Saat kebanyakan Sekaa Yowana di Bali sedang bersemangat untuk membuat Ogoh-ogoh, di Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem tidak ada yang melakukan persiapan itu. Padahal Hari Raya Nyepi terhitung kurang dari satu bulan lagi. Apalagi akan dilaksanakan lomba Ogoh-ogoh di Kabupaten Karangasem.
Ternyata, dari penjelasan Bendesa Besakih Jero Mangku Widiartha, Jumat (24/2), disebutkan bahwa di Desa Adat Besakih memang tidak boleh membuat Ogoh-ogoh. Itu sesuai dresta. “Sudah kasungkemin dresta mawecara,” ujarnya.
Jero Mangku Widiartha menambahkan, tidak diperbolehkannya membuat Ogoh-ogoh di wawidangan Desa Adat Besakih karena ada kaitannya dengan keberadaan Pura Agung Besakih. “Tidak diperbolehkan Ida Sesuhunan Pura Agung Besakih. Sama seperti tidak diperbolehkan membakar mayat saat Ngaben,” ujarnya.
Itu berlaku bukan baru dari sekarang. Melainkan sudah berlangsung sedari dahulu. Dan Sekaa Yowana pun tidak ada yang berani melanggar dresta tersebut. “Ini sudah dari dahulu. Tidak ada yang berani membuat Ogoh-ogoh,” pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya