Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Makna Banten Sasayut Pasupati saat Tumpek Landep

Nyoman Suarna • Sabtu, 3 Juni 2023 | 02:00 WIB
PASUPATI: Upacara Pasupati  dimaksudkan sebagai pemujaan atau permohonan berkah kepada Sang Hyang Pasupati agar  memberikan kekuatan magis pada benda – benda tertentu yang akan dikeramatkan.
PASUPATI: Upacara Pasupati dimaksudkan sebagai pemujaan atau permohonan berkah kepada Sang Hyang Pasupati agar memberikan kekuatan magis pada benda – benda tertentu yang akan dikeramatkan.
BALI EXPRESS -  Pada saat Tumpek Landep umat Hindu menghaturkan banten Sasayut Pasupati.  Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Buleleng, Nyoman Suardika mengatakan, penggunaan Sasayut Pasupati pada upacara Tumpek Landep dilakukan, mengingat benda-benda tersebut merupakan alat untuk mempertahankan diri dan alat sakral sebagai tanda bahwa seseorang memiliki kekuasaan serta wibawa dalam teritorial tertentu.

Pasupati merupakan senjata berbentuk panah yang ujungnya berupa bulan sabit. Senjata ini dianggap sangat tajam dan dapat memusnahkan adharma (kebatilan)  di dunia. Maka dari itu, upacara Pasupati  dimaksudkan sebagai pemujaan atau permohonan berkah kepada Sang Hyang Pasupati agar  memberikan kekuatan magis pada benda – benda tertentu yang akan dikeramatkan atau dipasupati.

Banten Sasayut Pasupati ini umumnya dihaturkan di mobil dan sepeda motor. Pamangku yang memimpin upacara umumnya memercikan tirtha dan mengoleskan minyak yang terdapat pada Banten Pasupati.

Banten Sasayut Pasupati yang digunakan pada saat upacara Tumpek Landep ditujukan kepada Sang Hyang Pasupati agar yang diharapkan oleh umat dapat terkabul. Selain itu, untuk memohon keselamatan dalam memanfaatkan alat-alat yang digunakan pada kehidupan.

Pasupati juga merupakan permohonan untuk menghidupkan benda-benda sakral dengan menggunakan Upacara Pasupati untuk dapat memberi kekuatan magis pada benda.

Ada juga yang mengatakan bahwa upakara paling inti saat Tumpek Landep adalah banten Sesayut Jayeng Perang. Banten ini juga dikenal dengan nama Sesayut Pasupati.

Kata sesayut berasal dari kata “Ayu” yang artinya selamat dan “Jayeng Perang” artinya menang dalam peperangan. Perang atau yang dimusuhi dalam hal ini adalah persoalan hidup.

Sedangkan mantra yang dirafalkan adalah mantra danurdhara. Tujuannya untuk mendoakan kekuatan busana perang, mohon keberhasilan kepada Sang Hyang Pasupati. Editor : Nyoman Suarna
#Lontar Sundarigama #yadnya #makna sesayut pasupati #Hari raya hindu #Pusaka #banten tumpek landep #hindu bali #hindu #tumpek #hari suci #Tumpek Landep #arti tumpek landep #otonan keris #Sesayut Pasupati