KARANGASEM, BALI EXPRESS – Krama Desa Adat Telun Wayah, Kecamatan Sidemen, Karangasem memiliki suatu kepercayaan supaya hasil pertanian yang didapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Setiap satu tahun sekali, warga setempat melaksanakan upacara Bakti Sarin di Pura Madya dan Puncak Luhur.
Bendesa Adat Telun Wayah I Wayan Lemes Indrawan mengungkapkan, upacara Baktin Sari diyakini sebagai wujud syukur atas karunia Ida Sanghyang Widi Wasa yang telah memberikan hasil panen yang tidak mengecewakan, sekaligus memohon yang lebih baik ke depannya. Sebagai ciri, krama setempat menghaturkan hasil sawah maupun perkebunannya. “Sebagai ucapan terima kasih ke hadapan Sang Pencipta (Tuhan),” ujar Lemes Indrawan, Jumat 23 Juni 2023.
Pelaksanaan prosesi upacara Bakti Sarin ini, dikatakan Lemes Indrawan, tidak menentu. Biasanya dilaksanakan pada rahina Purnama atau Tilem setelah panen padi. Namun, kembali melalui kesepakatan bersama. “Koordinasi dengan jro mangku desa dan klian subak basah dan subak abian (pelaksanaan Bakti Sarin),” jelasnya.
Upacara ini, dilanjutkan Lemes Indrawan, sudah berlangsung sejak lama, dan rutin dilaksanakan. Prosesinya pun disebut tidak jauh berbeda dengan piodalan. “Sudah dari berdirinya Desa Adat Telun Wayah dan juga berdirinya Pura Madya dan Pura Pucak Luhur (dilaksanakan,Red),” tandasnya.
Meskipun upacara Bakti Sarin sebagai wujud syukur petani, namun dikatakan olehnya prosesinya diikuti oleh seluruh krama setempat. Baik laki-laki maupun perempuan. (*)
Editor : I Made Mertawan