ADA sejumlah tahapan persembahayangan bagi umat Hindu saat nangkil ke Pura Goa Giri Putri yang terletak di Desa Adat Karangasari, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali. Pertama pemedek wajib melukat di Linggih Ida Hyang Dewi Gangga dengan cara disiram tirta. Setelah melukat dilanjutkan dengan persembahyangan di Pelinggih Ida Hyang Giri Pati.
Pemangku Pura Goa Giri Putri, Jro Mangku Nyoman Dunia mengatakan, persembahyangan selanjutnya dilakukan di Pelinggih Ida Hyang Wisnu dan Sang Hyang Naga Wasuki. Pemedek kemudian geser melakukan persembahyangan di Pelinggih Ida Hyang Giri Putri. Usai persembahyangan di tiga titik ini, barulah pemedek berjalan menuju keluar. Di ujung keluar gua terdapat Klenteng untuk melaksanakan persembahyangan terakhir.
Dikatakan Jro Mangku Dunia, di Pura Goa Giri Putri, tidak ada perbedaan dalam hal pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Whidi Wasa. Termasuk sarana upakara yang disajikan juga nampaknya menunjukkan bentuk multikultur.
Sedangkan, tata cara persembahyangan yang unik dilakukan umat Hindu maupun non-Hindu Semisal dengan menyalakan 9 batang dupa dengan ngaturang 3 batang dupa pelinggih Dewi Kwam In dan 3 buah di depan Pangayongan Altar Dewa Langit
“Di akhir persembahyangan ditutup dengan sujud bhakti berupa sujud 3 kali hormat ke atas dan terakhir dengan sujud diatas tanah tepatnya di depan pelinggih Dewi Kwam In,” tutupnya.