BALI EXPRESS- Upacara yadnya menjadi bagian dari aktivitas ritual umat Hindu di Bali. Bahkan, hampir setiap hari, yadnya selalu bergulir, baik dalam upacara Bhuta Yadnya hingga Dewa Yadnya. Konsep yadnya ini dilandasi ajaran Tri Ma yang tertuang dalam Rg Veda.
Adanya ajaran Tri Ma yang menyebutkan bahwa setiap orang yang lahir ke dunia ini terikat oleh tiga jenis utang karma yaitu Dewa Ma, Rsi Ma, dan Pitra Ma. Menurut kitab suci Rg Veda bagian Purusa Sukta, menyebutkan hal sebagai berikut:
(1) Yat purushena havisha deva Yadnyam alanvata, vasanto asyasid ajyam grihm idhmah sarad dhavih.
(2) Tam Yadnyam barhishi praukshan purusham jalam agratah, tena deva ayajanta sadhnya rishayas caye.
(3) Tasirnad yaj had sarvahutah sambhrilam prishadajyam, pasun tans cakre vayavyan aranyan gramyas caye.
Baca Juga: Petani Jeruk Bayunggede Didorong Olah Limbah Jadi Pupuk
(4) Tasirnad Yadnyat sarvahuta ricah samani jajnire, chandansi jajnire tasirnad yajus tasirnad q/ayata. (5) Tasirnadasva ajayantaye ke cobhayadatah, gavo hajajnire lasirnadjata ajaayah.
(6) Yalpurusham vyadadhuh katidha vyakalpayan, mukham kim asya kau hahu kauiru pada ucyete.
(7) Brahmano ‘ya mukham asid bahu rajanyah kritah, utu tad asya yad vai.syah pabhyam szidro ajavala.
(8) Candrama manasojatas cakshoh suiyo ajayara, mukhad indras cagnis capranad vayur ajayata.
(9) Nabhya asid anlariksham sirs hno dyauh sam avanlata, paddhhyam hhuinir disahs ‘rot rat taitha lokan akalpayan. (Rg. Veda: X.90.6-14)
Artinya:
(1) Ketika para dewa mengadakan upacara korban dengan purusa sebagai persembahan, maka minyaknya adalah musim semi, kayu bakarnya adalah musim panas dan sesajen persembahannya adalah musim gugur
(2) Mereka mengorbankan sebagian korban pada rumput Punisa yang lahir pada awal penjadian. Pada dia para Dewa dan semua Sadhyas dan para Rsi mempersembahkan kurban.
(3) Dan kurban itu, yang padanya sajian universal dipersembahkan keluarlah didih dan mentega yang sudah bercampur. Kemudian ia jadikan binatang-binatang yang padanya Vayu berada, baik binatang buas maupun binatang jinak.
(4) Dan kurban itu, yang padanya sajian universal dipersembahkan. Rg dan nyanyian Sama lahir. Dan dia lahirnya metrik. Dan dia lahirnya Yajus.
(5) Dan dia lahirnya kida dan binatang apa saja yang mempunyai gigi dan bans. Sapi lahir dan dia. Dan dialah lahirnya kambing dan bin-bin.
(6) Ketika mereka menjadikan Pinusa Kurban, menjadi berapa bagiankah mereka dan dia? Apakah mereka mulutnya, lengannya? Dan apakah mereka sebut paha dan kakinya?
(7) Mulutnya menjadi Brahmana, lengannya menjadi Rajanya, Pahanya menjadi Waisya, Sudra lahir dari kakinya.
(8) Bulan lahir dan pikirannya, matahari dan matanya. Indra dan agni dari mulutnya. Vayu dari napasnya.
(9) Dan pusatnya cakrawala ini lahir, dari kepalanya lahirlah langit, dari kakinya lahir bumi, dari telinganya lahir keempat penjuru mata angin,
Berdasarkan mantra yang panjang ini jelas tampak bahwa Tuhan (Maha Purusa) mengorbankan diri-Nya dalam proses menciptakan alam ini. Sehingga umat Hindu menjadi sebuah kewajiban untuk melaksanakan yadnya. (*)
Editor : I Made Mertawan