Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Tatanan Ulu Apad di Desa Adat Pacung, Buleleng

I Putu Mardika • Jumat, 7 Juli 2023 | 05:40 WIB
TRADISI BALI: Tradisi Nasi Blabar di Desa Adat Pacung pada Tilem Sasih Kenem jelang Nyepi Desa di pacung yang melibatkan Ulu Apad di Pacung.
TRADISI BALI: Tradisi Nasi Blabar di Desa Adat Pacung pada Tilem Sasih Kenem jelang Nyepi Desa di pacung yang melibatkan Ulu Apad di Pacung.

BALI EXPRESS - Desa Adat Pacung, Tejakula, Buleleng, Bali, memiliki konsep ulu apad layaknya sebagai desa Bali Aga. Masing-masing jabatan dalam struktur ulu apad tersebut memiliki tugas dan fungsi yang vital dalam pelaksanaan upacara yadnya di Pacung.

Sebagai salah satu ciri desa adat Bali Aga, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng memiliki kepemimpinan yang tersusun dari para pejabat. Mereka bertugas dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Kelian Adat Pacung, Nengah Duantara menyebutkan, ada lima jabatan yang ada di Desa Adat Pacung. Pertama, Kenayan terdiri dari dua orang yaitu kebayan kiwa (kiri) dan kenayan tengen (kanan).

“Baik Kenayan tengen dan kiwa ini keduanya bertugas sebagai pemimpin tertinggi dalam mengatur pelaksanaan upacara keagamaan dan kegiatan sosial sesuai dengan tradisi yang telah berlangsung,” jelasnya.

Jabatan selanjutnya adalah Kebahu. Kebahu ini yang terdiri dari dua orang yaitu kebahu kiwa (kiri) dan kebahu tengen (kanan) yang bertugas sebagai wakil-wakil masing-masing kebayan baik tengen maupun kiwa.

Kemudian jabatan Singgukan terdiri dari orang yaitu singgukan kiwa (kiri) dan singgukan tengen (klanan). Keduanya yang bertugas membantu jalannya upacara dalam mencari bahan dan peralatan upacara.

Penyarikan dijabat oleh satu orang yang bertugas sebagai juru tulis. Kemudian penabing dijabat oleh satu orang yang bertugas sebagai pembantu umum terutama dalam hal persiapan bahan dan peralatan upacara.

Para pejabat tersebut mengatur ketentuan ketentuan dalam pelaksanaan upacara upacara dan kehidupan sosial, ekonomi dan pemerintahan desa adat. Semisal seperti pelaksanaan Tradisi Nasi Blabar yang merupakan tradisi megibung jelang Nyepi Adat di Pacung.

“Kalau nasi blabar ini dilaksanakan pada Tilem Sasih Kenem. Maka semua pejabat ulu apad tersebut bertugas dan mensukseskan upacara agar berjalan lancar. Nasi Blabar ini seperti makan megibung di jalan raya menyambut Nyepi Adat,” pungkasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #buleleng bali #desa adat #hindu #tradisi #pacung