BULELENG, BALI EXPRESS - Dangsil juga memiliki bagian yang disebut Orti bagia (bahasa Bali) berarti berita Bahagia. Bahkan, Dangsil ini merupakan ikon kebahagiaan yang didambakan dan menjadi tujuan hidup umat Hindu di Bali.
Dijelaskan Akademisi Dr. I Ketut Rupawan, pada bilik ke tujuh dari atas yaitu bilik terbesar dengan rong dihaturkan banten pangambeyan. Berdasarkan gambaran tersebut, maka dapat dikatakan bagian atas Dangsil merupakan simbol Saptaloka, yaitu tujuh lapisan alam atas dari aņdabhuana (alam semesta).
Kekhususan dari Saptaloka adalah loka terbawah (bhuurloka) merupakan tempat tertimbunnya segala tattwa yang digambarkan dengan bilik terbesar. Bagian tengah Dangsil berupa bebataran yang terdiri dari tujuh tingkat/lapis yang disusun bertumpuk menyangga bagian atas Dangsil.
Gambaran itu menyatakan bagian tengah Dangsil adalah simbol Saptapatala yaitu tujuh lapisan bawah aņdabhuana yang menyangga Saptaloka. Bagian bawahnya berisi kurmagni dililit naga, di atas punggungnya dihias tiga pepalihan yang dindingnya ditempel dengan pésan-pésan (pepes) yang berbeda bentuk dan isinya.
Semua pesan pada ketiga palihan ini dipasang berdiri menempel di sekeliling dinding pepalihan. Jika dilihat dari jauh, ketiga jenis pesan ini laksana lidah api menggapai angkasa. Memperhatikan bagian ini yaitu kurmagni, naga, dan lidah api maka terbayang gambaran mengenai alam Balagardhaba Mahãnaraka.
Dangsil merupakan simbol bhuana agung (aņdabhuana). Sebagaimana dijelaskan pada lontar Tattwa Jnana maupun Bhuana Kosa bahwa struktur aņdabhuana terdiri dari tujuh lapisan yang berada di atas disebut Saptaloka (Sapta Bhuana; di bawahnya terdapat Saptapaatala (disebut Bhuana Sariira).
“Di bawahnya lagi terdapat alam disebut Balagardhaba Mahãnaraka tempatnya Sanghyang Kãlãgnirudra, api yang senantiasa berkobar-kobar (Sanghyang Kãlãgnirudra apuy dumilah sãdãkãla).
Mengenai tujuh lapisan Saptaloka pada bhuana agung, berturut-turut dari atas ke bawah adalah Satyaloka, Mahãloka, Janaloka, Tapaloka, Swarloka, Bhuwahloka, dan Bhûrloka. Bhûrloka adalah tempat tertimbunnya semua tattwa (Ndan ikang patimbunan ing tattwa kabeh).
Tujuh lapis dari Saptapatala adalah (dari atas ke bawah) yakni Patala, Wétala, Nitala, Mahatala, Sutala, Talatala, dan Rasatala.
“Tungguh berisi tujuh anak tangga, selalu sama dengan jumlah tumpang dangsil. Tungguh di samping Dangsil secara imajiner merupakan anak tangga untuk membantu umat dalam proses mencapai puncak Dangsil ketika meraih orti bagia,” paparnya.
Editor : I Putu Suyatra