Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Soma Pemacekan Agung: Leak Jalani Hukuman, Pantang Potong Rambut dan Keramas

I Putu Mardika • Minggu, 6 Agustus 2023 | 03:00 WIB
HUKUMAN: Saat soma pemacekan agung para penekun ilmu leak yang tidak membayar tumbal dan membuat kesalahan menjalani hukuman.
HUKUMAN: Saat soma pemacekan agung para penekun ilmu leak yang tidak membayar tumbal dan membuat kesalahan menjalani hukuman.

BALI EXPRESS - Ada sejumlah pantangan yang tidak boleh dilakukan saat Soma Pemacekan Agung. Ini ada hubungannya dengan leak. 

Di antaranya tidak boleh potong rambut, potong kuku dan keramas. Karena saat ini leak pemoroan sedang menjalani hukuman akibat tak bayar tumbal.

Saat Pemagpag Pemacekan Agung biasanya yang dibahas oleh para leak adalah tentang kantah (tumbal, Red).

Jadi saat ini menjadi ajang rapat secara niskala bagi para leak pemoroan.

Sedangkan saat Pemacekan Agung, biasanya dimanfaatkan oleh para leak yang belajarnya melalui kawisesan, nyastra atau Dharma Weci.

Sore hari saat Soma Pemacekan Agung juga dijadikan ajang untuk menghukum para leak yang belajar pengelakan tanpa menggunakan pakem atau agem-ageman sehingga kerap dilanggar.

“Biasanya ada Bedhawa Pengleakan. Seperti aturan khusus bagi para leak. Misalnya binatang tidak boleh dicetik. Kadang ada tetangga yang iri, lalu babinya yang dicetik. Nah itu tidak boleh. Melanggar aturan dan bisa kena hukuman,” jelasnya.

Menariknya, para leak yang dihukum akan menjalani peradilan. Sehingga dikenal dengan pematut atau pembalik sumpah.

Jro Panca menyebut, biasanya upacara itu dilakukan di Pura Dalem, Prajapati, pemuun.

Di sisi lain, ada sejumlah pantangan yang harus dihindari saat Soma Pemacekan Agung tiba. Di antaranya tidak boleh potong rambut, potong kuku hingga keramas.

Karena diyakini kalau melakukan hal itu bisa disebut kekaranan.

“Artinya bisa badan kita dipinjam, sehingga kelihatan kita seolah bisa ngeleak. Ini harus diwaspadai,” bebernya.

Ia juga tak menampik di masyarakat ada mitos untuk tidak keluar saat sandikala ketika Soma Pemacekan Agung.

Pertimbangannya, karena masyarakat sedang menghaturkan lelabaan atau sesajen. Sehingga energi negatif tidak masuk ke pekarangan rumah.

 “Jadi kalau mampu melewati momentum ini, saat Kuningan barulah melakukan perayaan sebagai simbol kemenangan,” ungkapnya lagi.

Pantai Sembilan di Kecamatan Gili Genting, Sumenep.
Pantai Sembilan di Kecamatan Gili Genting, Sumenep.
Pantai Kahuripan di Desa Geddugan, Kecamatan Gili Genting, Sumenep.
Pantai Kahuripan di Desa Geddugan, Kecamatan Gili Genting, Sumenep.
Wisatawan duduk santai menikmati suasana Pantai Ekasogi di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep.
Wisatawan duduk santai menikmati suasana Pantai Ekasogi di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep.
Editor : Nyoman Suarna
#soma pemacekan agung #potong rambut #keramas #galungan #Leak #Jalani hukuman