Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Umat Hindu Boleh Memakan Daging Sapi? Berikut Penjelasan Sulinggih

I Putu Mardika • Minggu, 20 Agustus 2023 | 00:00 WIB
Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acaryananda.
Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acaryananda.

BALI EXPRESS- Bolehkah umat Hindu memakan daging sapi? Pertanyaan itu kerap muncul di tengah masyarakat.

Bukan tanpa alasan, mengingat dalam mitologi Hindu, sapi atau lembu merupakan hewan yang sangat disucikan karena merupakan wahana (kendaraan) Dewa Siwa. Sehingga dihubungkan ketika memakan daging sapi.

Perdebatan itu kerap muncul di masyarakat dan seringkali menimbulkan perdebatan panjang boleh atau tidak umat Hindu memakan daging sapi.  Rupanya daging sapi bisa dimakan, tapi ada syaratnya.

Daging sapi bisa dimakan jika merupakan persembahan dari sarana upacara Caru Manca Sanak Agung atau juga disebut Caru Walik Sumpah.

Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acaryananda dalam sebuah dharma tula di Desa Adat Tirta Rahayu, Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, yang kemudian diunggah akun @DGSTV Chanel menyebutkan bahwa daging sapi bisa dimakan dengan syarat merupakan sisa dari upacara Caru Manca Sanak Agung atau Caru Walik Sumpah.

Dijelaskan Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acaryananda, agama Hindu banyak mengenal simbol atau Yantra. Salah satunya adalah totenisme atau keyakinan terhadap binatang suci.

Kalau telusuri, dalam Rg Weda, Yajur Weda, umat Hindu mengenal dengan Pasu Yadnya. Itu korban Binatang.

Bahkan Rsi Yadnyawalkya pun makan daging. Hanya sekarang, kalau memang tidak boleh disembelih, tidak boleh dimakan, kenapa di Bali yang berpaham Tantrik menggunakan sapi sebagai sarana Caru Manca Sanak Agung atau Caru Walik Sumpah? Dimana sapi lah sebagai sarananya.

“Tetapi dari sisa yadnya itu boleh (dimakan, Red). Tetapi, kalau secara sengaja menyemblih untuk dimakan, itu yang tidak boleh. Karena binatang itu wahana Dewa Siwa. Kalau bagian dari pacaruan Panca Sanak Agung atau Balik Sumpah menggunakan binatang sapi, boleh dimakan kenapa tidak,” imbuhnya.

Baca Juga: Ertiga Ngebut Picu Kecelakaan di Tabanan, Pengendara Motor Dilarikan ke Rumah Sakit

Ia menambahkan aplagi sekte Hindu mazhab Budha Mahayana Tantrik yang berkolaborasi dengan Siwaisme di Bali boleh makan sarwa basa.

Menurutnya, jangankan walaka, Sulinggih Mahayana boleh makan segala. Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acaryananda pun berpesan agar jangan sengaja membeli daging sapi hanya untuk dimakan.

Lamun sube caru balik sumpah, be sampine dadi ajeng. Tapi yen meli bakso (sampi) sampunang. (Kalau sudah daging sapi sisa upacara mecaru Balik Sumpah bisa dimakan, tapi kalau sengaja membeli bakso Sapi, jangan),” tutupnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#daging sapi #sulinggih #hindu