BALI EXPRESS- Pura Pajinengan Gunung Tap Sai atau lebih dikenal Pura Tap Sai merupakan Pura Kahyangan Jagat umat Hindu di Bali.
Tak berlebihan jika banyak umat Hindu di Bali sembahyang ke Pura Tap Sai yang berada di Dusun Puragai, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, tersebut. Selain itu, banyak hal-hal menarik terdapat di pura itu.
Seperti di mandala utama Pura Tap Sai, di sana ada Palinggih Lingga Yoni yang dililit akar pohon. Itu terjadi secara alami.
Keberadaan Lingga Yoni ini dipercaya sebagai tempat untuk memohon anak atau keturunan, jodoh termasuk segala permasalahan kesehatan serta memohon tamba (obat) dan juga rezeki.
Umat Hindu yang nangkil ke pura ini, usai persembahyangan di areal mandala utama, kerap diberikan seikat (sebelas) dupa. Mereka kemudian melakukan permohonan khusus di Lingga Yoni tersebut.
“Sejak beberapa tahun lalu Pura Tap Sai mulai ramai didatangi umat Hindu dari berbagai daerah di Bali. Apalagi pada saat purnama dan tilem, pengunjung hingga tengah malam di pura setempat,” kata pamangku Pura Tap Sai Jro Mangku Santa.
Baca Juga: Beragam Manfaat Mengonsumsi Daging Tupai, Salah Satunya Diyakini Atasi Asma, Ini Daftar Kandungannya
Pamangku berusia 56 tahun ini menambahkan bahwa Pura Tap Sai sudah ada sejak dirinya masih kecil dan bangunannya tidak sebagus sekarang.
Begitu juga dengan palinggihnya juga dahulu tidak beragam. Dia menegaskan bahwa adanya banyak palinggih dan pura semakin terawat sejak dilakukan rehab pura tahun 2000‐an.
“Upacara besarnya setelah pembangunan itu digelar yaitu sekitar tahun 2014. Sejak saat itulah mulai ramai,” papar Mangku Santa.
Lanjutnya, ada tiga dewi berstana di pura ini, yakni Dewi Saraswati, Dewi Sri, dan Dewi Laksmi (Bhatara Rambut Sedana), dan sering pula disebut Tri Upa Sedana.
Umat Hindu percaya bahwa dengan memohon ke pura ini akan mendapat anugerah.
Banyak juga pengunjung datang untuk memohon agar lancar dalam bisnis dan memohon keturunan karena memang ada palinggih Lingga Yoni alami.
“Makanya kalau rahina Buda Cemeng Klawu, yang nangkil pasti ramai. Karena memohon agar usahanya diberikan kelancaran,” ungkap Mangku Santa. (*)
Editor : I Made Mertawan