Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Goa Raja di Besakih: Erat Kaitannya dengan Manik Angkeran dan Dang Hyang Sidhi Mantra

I Putu Mardika • Kamis, 24 Agustus 2023 | 14:00 WIB
Palinggih Dang Hyang Sidhi Mantra di Pura Goa Raja di kompleks Pura Besakih.
Palinggih Dang Hyang Sidhi Mantra di Pura Goa Raja di kompleks Pura Besakih.

BALI EXPRESS- Pura Goa Raja merupakan salah satu tempat suci umat Hindu yang berada di kompleks Pura Besakih di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.

Pura Goa Raja diyakini memiliki keterkaitan yang erat dengan tokoh suci, Dang Hyang Sidhi Mantra dan anaknya Manik Angkeran.

Di lokasi Pura Goa Raja inilah, konon Manik Angkeran memotong ekor Naga Basuki karena ingin memiliki emas yang ada di ekornya untuk digunakan berjudi.

Dikisahkan, Manik Angkeran yang gemar berjudi membuat ia terlilit utang. Dang Hyang Sidhi Mantra pun kebingungan memikirkan Manik Angkeran yang terlilit uutang hingga kerap menghilang.Dang Hyang Sidi Mantra kemudian pergi mencari Manik Angkeran hingga ke Pulau Bali.

Sampai di Bali Dang Hyang Sidhi Mantra pergi ke Goa Raja untuk bertanya kepada Hyang Basuki tentang keberadaan Ida Bang Manik Angkeran. Hyang Naga Basuki memberi petunjuk bahwa Manik Angkeran sudah di rumah.

Dang Hyang Sidhi Mantra kembali ke Pulau Jawa dan sampai di rumahnya melihat Manik Angkeran sedang tidur.

Di sanalah Dang Hyang Sidi Mantra bercerita kepada istrinya bahwa ia bertemu dengan Hyang Naga Basuki dan diberikan segenggam emas.

Cerita tersebut kemudian didengar oleh Manik Angkeran yang sudah terbangun dari tadi. 

Manik Angkeran ingin berjudi lagi, namun tidak memiliki uang. Terlintas di pikirannya tentang cerita sang ayah Dang Hyang Sidi Mantra yang mendapatkan emas dari Naga Basuki.

Cepat-cepat Manik Angkeran mengambil genta milik ayahnya sebagai sarana untuk memanggil Naga Basuki.

Setelah berasil menemukan genta, Manik Angkeran bergegas pergi ke Pulau Bali menuju Goa Raja untuk bertemu Hyang Naga Basuki.

Sampai Di Goa Raja, Manik Angkeran melakukan pemujaan untuk memanggil Naga Basuki dengan menggunakan genta ayahnya dan dengan menghaturkan sesajen.

Sang Naga Basuki pun keluar dari goa, karena Manik Angkeran sudah menghaturkan sesajen, Naga Basuki memberika emas dua genggam kepada Manik Angkeran.

Naga Basuki pun kembali ke goa. Pada saat Naga Basuki kembali ke dalam goa, Manik Angkeran melihat ekor dari Hyang Naga Basuki berisikan permata, intan dan emas yang sangat indah. 

Manik Angkeran berniat jahat, ia memotong ekor Naga Basuki dan segera pergi membawa potongan ekor yang berisi batu permata dan intan tersebut.

Hyang Naga Basuki sangat sedih dan marah karena Manik Angkeran telah memotong dan mencuri batu permata dan intan yang ada di potongan ekornya itu.

Naga Basuki mematuk jejak kaki Manik Angkeran, dan keluarlah api yang sangat besar. Kemanapun Manik Angkeran berlari api itupun mengikutinya.

Manik Angkeran bersembunyi di hutan cemara. Namun besarnya api tidak bisa dihindari lagi.

Dang Hyang Sidhi Mantra kembali mencari Manik Angkeran hingga ke Pulau Bali dan di tengah hutan cemara ditemukan sosok mayat manusia yang sudah hangus. Sedangkan genta milik Dang Hyang Sidi Mantra yang ditemukan disana merupakan bukti bahwa mayat tersebut adalah anaknya yaitu Bang Manik Angkeran.

Dang Hyang Sidi Mantra sangat sedih melihat putranya sudah meninggal. Datanglah Hyang Naga Basuki menjelaskan semua yang telah terjadi.

Dang Hyang Sidhi Mantra memohon kepada Hyang Naga Basuki agar bersedia menghidupkan kembali putanya.

“Hyang Naga Basuki bersedia dengan syarat jika Dang Hyang Sidi Mantra sanggup mengembalikan ekornya seperti semula, Hyang Naga Basuki bersedia menghidupkan kembali Manik Angkeran,” tutur Mangku Kubayan Manik Arjawa selaku pengempon Pura Goa Raja 

Dang Hyang Sidhi Mantra segera menyanggupi permintaan Hyang Naga Basuki dengan mengucapkan mantra seketika ekor Hyang Naga Basuki kembali seperti semula.

Hyang Naga Basuki pun mengeluarkan ajiannya untuk menghidupkan kembali Manik Angkeran. Ida Manik Angkeran sudah hidup kembali, dan ia meminta maaf kepada Hyang Naga Basuki atas perbuatannya itu.

“Dang Hyang Sidi Mantra selanjutnya memerintahkan Manik Angkeran untuk mengabdi kepada Hyang Naga Basuki agar bisa memperbaiki kebiasaan buruk yang selama ini selalu dilakukannya. Setelah itu beliau kembali ke Pulau Jawa,” tutupnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #Dang Hyang Sidhi Mantra #hindu #Manik Angkeran #Pura Besakih #Pura Goa Raja