BALI EXPRESS - Rindik merupakan alat musik tradisional Bali yang unik. Alat musik yang terbuat dari potongan bambu bernada slendro ini dapat menghasilkan beragam bunyi yang menenangkan hati.
Kata Rindik sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno, yang berarti ditata rapi dengan celah sedikit.
Bentuk alat musik Rindik terdiri dari atas potongan-potongan bambu yang berjumlah 11 hingga 13 buah, ditata dengan rapi dan terdapat celah di antara tiap potongan bambu.
Namun siapa sangka, sejarah alat musik ini ternyata cukup kompleks dan panjang.
Berawal dari orang-orang dari Wengker (kini Ponorogo, Jawa Timur) yang memberontak terhadap kerajaan Majapahit pada abad ke-13 masehi.
Kala itu, orang Wengker memiliki alat musik yang bernama Angklung Reyog yang juga digunakan sebagai senjata.
Saat terjadi serangan dari kerajaan Demak, orang Wengker lari ke Bali sembari membawa Angklung Reyog dan sebagian gamelan.
Sesampainya di Bali, mereka mengalami kesulitan dalam merangkai alat musik tersebut akibat ada beberapa bagian yang rusak dan berubah posisi.
Kemudian Angklung Reyog tersebut ditata ulang dan dapat menghasilkan suara dengan cara dipukul seperti memainkan Gambang Jawa. Alat musik tersebut akhirnya diberi nama Rindik.
Setiap potongan bambu memiliki ukuran yang berbeda dengan nada tangga nada yang berbeda pula.
Semakin besar ukuran potongan bambu maka semakin rendah nada yang dihasilkan, sebaliknya semakin kecil ukuran potongan bambu maka semakin tinggi nada yang dihasilkan.
Urutan peletakkan potongan bambu tersebut dimulai dari potongan yang paling besar di sebelah kiri hingga ukuran paling kecil di sebelah kanan.
Rindik memiliki 5 tangga nada utama karena nada yang dihasil oleh Rindik berjenis laras slendro.
Memainkan alat musik Rindik ini dengan cara dipukul. Kedua tangan memegang masing-masing satu pemukul dengan tugas yang berbeda. Tangan kanan memainkan kotekan dan tangan kiri memainkan melodi.
Fungsi alat musik Rindik ini berkembang seiring dengan perkembangan jaman.
Dahulu, awalnya rindik hanya dibuat sebagai alat untuk menghibur para petani di sawah. Rindik juga biasa digunakan sebagai musik pengiring hiburan rakyat Joged Bumbung.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini Rindik sudah lebih fleksibel dalam pemakaiannya. Beberapa di antaranya adalah sebagai pelengkap untuk acara pernikahan/resepsi serta dapat pula untuk menyambut tamu.
Alat musik ini biasa dimainkan oleh 2-5 orang pemain, di mana 2 orang menabuh Rindik dan sisanya untuk seruling dan gong pulu.
Editor : Nyoman Suarna