BALI EXPRESS - Pernikahan beda soroh atau kasta dari dulu memang menjadi salah satu penghalang hubungan antara perempuan dan pria.
Bahkan sampai saat ini topik pernikahan beda soroh atau beda kasta tersebut masih hangat di bahas kalangan remaja.
Ketika salah satu pasangan memiliki soroh atau kasta yang lebih tinggi, pelaksanaan upacaranya akan sedikit berdeda. Salah satunya adalah kawin nyerod.
Salah satu dosen Universitas Hindu Negeri Bagus Sugriwa, I Wayan Wastawa, mejelaskan, prosesi upacara pernikahan beda soroh atau kasta, misalnya perempuan memiliki kasta yang lebih tinggi, disebut pernikahan nyerod.
Dia mengatakan istilah nyerod ini sudah ada sejak dulu, karena ada istilah jaba dan tri wangsa.
Namun Wayan Wastawa menegaskan bahwa pada tahun 1995, saat rapat DPRD, kawin nyerod atau kawin beda kasta telah dihapuskan.
Sebab semua itu sudah tidak relevan lagi pada zaman sekarang. Termasuk juga upacara pati wangi juga sudah ditiadakan.
Baca Juga: Mengapresiasi Keberhasilan Aparat Keamanan Tangkap Pemasok Senjata untuk KST Papua
Selain itu sempat juga diselenggarakan sebuah pasamuan agung majelis desa adat yang membahas terkait perkawinan nyerod.
Rapat tersebut memutuskan, perkawinan nyerod atau beda wangsa sudah menjadi perkawinan biasa. Bahkan semua prosesi upacara berlangsung dengan normal.
Editor : Nyoman Suarna