Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kawasan Konservasi Lembu Putih di Desa Taro, Bali: Kepercayaan, Upacara Keagamaan, dan Legenda

I Putu Mardika • Sabtu, 16 September 2023 | 17:26 WIB
Lembu Putih di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar Bali.
Lembu Putih di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar Bali.

GIANYAR, BALI EXPRESS - Di Desa Taro, Kecamatan Tegallalalang, Gianyar, Bali ditemukan lembu putih sebagai Kawasan konservasi.

Uniknya, Lembu Putih betina dipanggil I Dayu dan yang Jantan dipanggil Ida Bagus.

Karena disucikan, dan disakralkan, sehingga dari kotoran, urin, keringat, dan air mata dari lembu putih oleh sebagian orang meyakini dapat dijadikan obat untuk berbagai macam penyakit.

Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka menjelaskan Lembu putih ini dipelihara dan diperlakukan dengan sangat sopan, serta tidak boleh ditelusuk hidungnya, tidak dipekerjakan untuk membajak sawah, tidak diperjual belikan apalagi disembelih.

Lembu putih ini hanya diperuntukan khusus untuk upacara keagamaan seperti memukur (Ngasti Widana), Tri Buana dan Eka Dasa Ludra. Selain itu, Lembu Putih dimanfaatkan juga sebagai sarana pelengkap (saksi) upacara di Bali yaitu Ngasti (dan yang setingkat dengan upacara itu).

Bahkan, di Taro juga dibangun Pura Nandini pada tahun 2012, ditujukan sebagai tempat berstananya Dewa Nandini yang tidak lain adalah Dewa nya para Lembu. Berbagai jenis kegiatan upacara yang berkaitan dengan Lembu Putih diadakan di Pura Nandini.

Pujawali (Piodalan) atau peringatan hari lahirnya Pura Nandini yaitu ditetapkan pada Saniscara Wuku Uye.

Hari suci tersebut dikenal juga dengan istilah Tumpek Kandang, merupakan hari suci yang dimaknai sebagai pengembangan kasih sayang kepada semua makhluk ciptaan-Nya.

Namun, di Bali perayaan Tumpek Kandang lebih berfokus pada binatang. Adapun banten atau upakara yang digunakan saat pujawali di Pura Nandini adalah serangkaian banten yang disebut Pecak Itik.

“Selain keberadaan Pura Nandini yang erat kaitannya dengan Lembu Putih, ada juga legenda-legenda yang terkait dengan Lembu Putih Taro,” paparnya.

Legenda yang sampai saat ini masih dapat dilihat saat lembu melewati satu batang bambu, melewati tangga, bisa melewati pohon bahkan sampai ke daerah Payangan yang sebenarnya tidak masuk akal.

Kepercayaan itu masih sangat diyakini sampai saat ini. Legenda lainnya ialah apabila Lembu Putih lahir, maka lembu tersebut harus diberikan nama.

Lembu Putih betina mendapatkan nama Dayu, dan Lembu Putih jantan mendapatkan nama Ida Bagus karena para Lembu Putih merupakan Duwe (milik) Pura Agung Gunung Raung.

“Penamaan itu pun sudah dilakukan sejak dulu, dan tetap digunakan sampai saat ini,” singkatnya.

Editor : I Putu Suyatra
#lembu putih #bali #gianyar #upacara #tegallalang #desa taro #legenda