BALI EXPRESS – Tradisi Melapu diawali dengan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan sarana dan prasarana, seperti kesiapan tempat Melapu, sarana upacara Melapu (banten atau canang pengeraus), konsumsi.
Kesinoman terlebih dahulu membunyikan kulkul untuk mengingatkan warga bahwa kegiatan Melapu akan segera dimulai sesuai waktu yang disepakati.
Setelah kulkul dibunyikan, krama Desa Adat Bayung Gede hadir ke lokasi Melapu dengan menggunakan pakaian tradisionl adat madya. Selanjutnya duduk dengan tertib.
Melapu dilaksanakan setelah Jro Kubayan Mucuk hadir dan memberi tanda bahwa Melapu sudah bisa dimulai.
Selanjutnya dilakukan persiapan dan sembahyang bersama dengan tujuan mohon keselamatan dan kerahayuan, agar kegiatan Melapu berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan.
Melapu dipimpin oleh jro kubayan mucuk mekalihan. Saat Melapu dipimpin oleh Jro Kubayan, maka ditutup oleh Jro Kubayan, serta diputuskan oleh Jro Kubayan.
“Kemudian Kesinoman bertugas meyampaikan pesan dari keputusan-keputusan Melapu.
Pola yang dilakukan oleh Kesinoman dalam rangka menyampaikan pesan kepada warga, hampir sama dengan yang dilakukan pada saat akan dimulainya Melapu,” ujar Bendesa Adat Bayung Gede, Jro Ketut Sukarta.