Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kitab Sarasamuscaya Sloka 2 Ungkap Rahasia Pengetahuan dalam Kisah Mahabarata

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 6 Oktober 2023 | 17:02 WIB
PENYULUH : Made Danu Tirta sebut, Sloka 2 kitab Sarasamuscaya menguak sebuah rahasia pengetahuan epic Mahabarata.
PENYULUH : Made Danu Tirta sebut, Sloka 2 kitab Sarasamuscaya menguak sebuah rahasia pengetahuan epic Mahabarata.

BALI EXPRESS - Ilmu pengetahuan adalah warisan yang dapat digali oleh semua individu. Bahkan setiap individu yang dilahirkan di dunia ini membawa pengetahuan dalam dirinya, seperti yang terungkap dalam sloka 2 Kitab Sarasamuccaya.

Penyuluh Agama Hindu dari Kantor Kementerian Kabupaten Tabanan, Made Danu Tirta, menjelaskan bahwa Mahabarata tidak hanya sekadar kisah kepahlawanan (itihasa), tetapi juga merupakan simpanan pengetahuan abadi yang sangat berharga bagi kehidupan manusia.

"Semua yang tercatat dalam kisah Mahabarata, tampaknya selalu relevan dengan realitas kehidupan manusia dalam berbagai zaman," katanya.

Ada banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kisah Mahabarata dan menjadi inspirasi untuk mengatasi tantangan hidup yang kompleks.

Adapun bunyi Sloka 2 Kitab Sarasamuccaya tentang Mahabarata adalah sebagai berikut:

“Yathā samudro'timahān yathā ca himavān giriḥ, ubhau ratnanidhī khyatau tathā bhāratamucyate.”

Artinya: Seperti samudra yang luas dan gunung Himalaya yang dikenal kaya akan benda tambang dan permata berharga. Begitulah juga keutamaan Mahabarata.

Demikianlah keutamaannya, seperti samudra dan gunung Himalaya yang menyimpan emas, permata, dan harta berharga lainnya. Begitulah segala pengetahuan yang terdapat dalam kisah Mahabarata yang telah disusun, mampu mengasah keutamaan batin, terutama dalam hal pengetahuan yang bersifat rahasia.

"Petikan dari Sarasamuccaya Sloka 2 di atas mengindikasikan bahwa Mahabarata adalah sebuah epik besar yang menginspirasi," jelas Danu.

Aspek inspiratif ini pada dasarnya adalah pengetahuan mendalam yang disampaikan melalui narasi Mahabarata.

Ada banyak esensi pengetahuan yang dapat diperoleh dari Mahabarata, seperti pengetahuan tentang agama, etika, politik, ekonomi, psikologi, sosial, budaya, dan banyak lagi.

Baca Juga: Samsam Guling Pan Aplus, Hidden Gems di Sangeh, Bali yang Banyak Direview Food Vlogger

Hal ini menunjukkan bahwa Mahabarata adalah sebuah epik yang mencakup berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

Kompleksitas pengetahuan yang terdapat dalam kisah Mahabarata mirip dengan harta yang berharga. Setiap harta berharga memiliki nilai tinggi karena dapat membantu manusia menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya.

Salah satu pengetahuan berharga dalam Mahabarata dapat dipetik melalui karakter para tokohnya.

Secara umum, para tokoh dalam Mahabarata dapat dikelompokkan menjadi dua kubu, yaitu Pandawa dan Kurawa.

Pandawa sering digambarkan sebagai tokoh-tokoh dengan karakter baik, sementara Kurawa cenderung digambarkan sebagai tokoh-tokoh dengan karakter buruk.

Masyarakat umumnya mempercayai bahwa individu dengan karakter buruk pada akhirnya akan dikalahkan oleh individu dengan karakter baik.

"Ini sebagian mencerminkan pandangan masyarakat tentang etika yang dapat dipetik dari Mahabarata," jelas Danu, yang saat ini sedang menyelesaikan program doktornya di UHN Bagus Sugriwa.

Selain itu, pengetahuan ini juga membahas dualisme (pemahaman tentang kebaikan dan keburukan), yang dapat dijadikan landasan untuk hidup yang lebih baik.

Mahabarata juga mencakup pengetahuan politik, terutama dalam konteks manajemen politik untuk kepentingan dharma (kebenaran).

Praktik politik yang berlandaskan pada dharma dapat dipelajari melalui Santi Parwa, yang menceritakan perasaan kesedihan dan penyesalan Yudishtira setelah membunuh banyak orang.

Namun, Bhagwan Byiasa memberikan nasihat bahwa semua tindakan tersebut dilakukan karena kewajiban, untuk melindungi keluarga dan kerajaan, serta untuk upacara, dan bukanlah tindakan dosa.

Terutama jika tindakan tersebut disertai dengan introspeksi diri.

Nasehat dari Bhagwan Byiasa ini memberikan wawasan bahwa setiap pemimpin harus menjalankan politik demi kepentingan negara.

Pengetahuan seperti ini dapat mengubah pandangan masyarakat yang selama ini melihat politik sebagai hal yang sempit.

Selain itu, pengetahuan ini dapat menjadi inspirasi untuk pendidikan politik yang didasarkan pada cinta akan tanah air dan bela negara.

Masih banyak lagi pengetahuan yang dapat dipetik dari epik Mahabarata.

Semua inti pengetahuan dalam Mahabarata harus dipahami dengan hati. Pengetahuan ini disampaikan melalui cerita yang dirangkai secara rapi, yang memerlukan pembaca untuk memahaminya dengan logika dan kepekaan batin.

"Logika memungkinkan kita untuk menghubungkan makna cerita dengan realitas kehidupan saat ini. Sementara kepekaan batin mengacu pada kemampuan hati untuk merasakan dan memahami pengetahuan tersebut," tambah Danu.

Keseimbangan antara logika dan perasaan ini adalah kunci untuk mendalami pengetahuan dan mengungkapkan berbagai aspek dalam diri manusia (rahasia batin).

Oleh karena itu, masyarakat, terutama umat Hindu, seharusnya aktif dalam menggali pengetahuan luhur melalui kisah Mahabarata.

Editor : Nyoman Suarna
#mahabarata #bali #Sarasamuscaya #pengetahuan #hindu #tradisi #sloka 2