Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Catur Purusa Artha dalam Sloka 7 Kitab Sarasamuscaya : Pandangan tentang Dharma, Artha, Kama, dan Moksa

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 11 Oktober 2023 | 16:30 WIB
KITAB : Kitab Suci Sarasamuccaya yang diterbitkan Ditjen Bimas Hindu. Sloka 7 mengungkap soal ajaran Catur Purusa Artha yaitu dharma, artha, kama, dan moksa.
KITAB : Kitab Suci Sarasamuccaya yang diterbitkan Ditjen Bimas Hindu. Sloka 7 mengungkap soal ajaran Catur Purusa Artha yaitu dharma, artha, kama, dan moksa.

BALI EXPRESS -  Sarasamuscaya adalah kitab yang dikarang oleh Bhagawan Wararuci. Kitab ini memuat berbagai tuntunan dan ajaran dharma.

Walaupun dikarang pada masa lampau, isi kitab tersebut masih relevan hingga saat ini.

Salah satu sloka yang menggambarkan pentingnya ajaran dalam kitab Sarasamuscaya dijelaskan dalam Sloka 7. Dikutif dari Kitab Sarasamuccaya yang diterbitkan Ditjen Bimas Hindu, Sloka 7 tersebut berbunyi  sebagai berikut:

 Dharme carte ca kame ca mokse ca bharatarsabha, Yadihasti tadanyatra yannehasti na tat kvacit.

Ajaran tersebut menuntun umat manusia dalam bertingkah laku, yaitu catur purusa artha,yang merupakan empat tangga atau tujuan yang harus dilewati dalam kehidupan.

Sehinga tercapainya tujuan hidup agama Hindu yaitu, moksartham jagadhita ya ca iti dharma.

“Empat tangga yang dimaksud adalah , dharma, artha, kama dan moksa,” jelasnya.

 Disebutkan juga, tangga pertama harus dilewati adalah  dharma. Dharma adalah kebenaran , tuntunan, petunjuk. Dharma menjadi landasan atau bekal dalam hidup. Dengan tetap tegak menjalankan dharma , maka kita akan memperoleh kebahagian dan perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi sehingga kita bisa melanjutkan untuk melewati tangga yang kedua.

 Baca Juga: Ramalan Zodiak Scorpio Rabu 11 Oktober 2023 ; Tetap Miliki Kendali Diri

Tangga kedua yang mesti kita lewati adalah artha. Yang dimaksud artha bisa berupa kekayaan.

“Kekayaan sangat kita perlukan alam kehidupan ini karena kita harus memenuhi kebutuhan hidup kita baik berupa sandang, papan maupun pangan,” paparnya.

“Tetapi dalam mencari artha, harus sesuai dengan ajaran dharma. Karena, apabila artha diperoleh dengan jalan tidak baik, maka tidak akan membawa kita pada kebahagiaan,” bebernya.

Tangga ketiga yang harus kita lewati adalah kama. Kama merupakan sifat alamiah manusia berupa keinginan-keinginan duniawi.

Kama inilah yang membuat manusia berbuat untuk kelangsungan hidupnya. Tidak ada perbuatan yang tidak dipengaruhi oleh kama.

Namun dalam memenuhi kama harus sesuai dengan ajaran dharma. Sehingga artha yang digunakan untuk memenuhinya tidak melanggar aturan.

Sementara tangga keempat yang harus kita lewati adalah moksa.

Moksa dapat diartikan sebagai kebahagian atau kebebasan.  Kebebasan dapat dirasakan apabila dharma telah kita jalankan dengan baik.

Artha yang kita peroleh digunakan untuk memenuhi kama atau keinginan, tetapi harus sesuai dengan ajaran dharma. Dengan demikian moksa atau kebebasan dapat dicapai.

Editor : Nyoman Suarna
#Sarasamuscaya #Catur Purusa Artha #hindu #sloka 7 #bhagawan wararuci #Dharma