BALI EXPRESS - Penggunaan banten sesayut dalam upacara magedong gedongan memiliki makna keseimbangan. Sehingga bayi kelak bisa lahir dengan kondisi selamat, sehat dan menjadi anak yang Suputra.
Sarati Banten asal Kubutambahan, Jro Ketut Utara mengatakan, upacara magedong gedongan menjadi salah satu upaya mewujudkan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan dan leluhurnya. Karena manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa melalui yadnya.
“Sebagai timbal baliknya, manusia harus melaksanakan yajña. Karena dengan adanya yajña di alam semesta ini maka keseimbangan hidup di dunia ini akan terjadi. Banten sesayut ini menjadi media pencapaian keseimbangan bagi manusia,” sebutnya.
Banten sesayut dalam pelaksanaan upacara magedong gedongan yaitu dengan dilaksanakannya upacara ini diharapkan dapat memperoleh keharmonisan dalam hubungan suami istri yang mengharapkan keselamatan untuk bayi yang masih berada dalam kandungan si ibu.
Selain itu, magedong gedongan juga bermakna sebagai keharmonisan yaitu dengan membina hubungan manusia dengan Tuhan melalui aktifitas ritual keagamaan salah satunya dengan pelaksanaan upacara magedong-gedongan ini.
“Banten sesayut memiliki peranan penting dalam upacara ini, karena makna dari banten ini sangat berarti yaitu permohonan keselamatan untuk bayi yang masih di dalam kandungan si ibu,” tutupnya.
Editor : Nyoman Suarna