Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Hindu Bali: Ini Tugas dan Kewajiban Suami Istri saat Masa Grahasta Asrama Menurut Pupuh Ginanti

Putu Agus Adegrantika • Senin, 30 Oktober 2023 | 21:16 WIB
GRAHASTA: Memasuki masa grahasta asrama, pasangan suami istri harus melaksanakan tugas dan kewajiban. Soal tugas dan kewajiban suami istri disebutkan dalam Pupuh Ginanti.
GRAHASTA: Memasuki masa grahasta asrama, pasangan suami istri harus melaksanakan tugas dan kewajiban. Soal tugas dan kewajiban suami istri disebutkan dalam Pupuh Ginanti.

BALI EXPRESS – Grahasta asrama adalah salah satu bagian dari catur asrama.

Pada masa grahasta, seseorang mulai memasuki masa berumah tangga yang diawali dengan upacara perkawinan atau samkara wiwaha.

Hal ini juga berarti bahwa masa brahmacari telah berakhir, namun tidak menutup kemungkinan seseorang dapat melanjutkan pendidikannya setelah menikah.

Salah satu Penyuluh Agama Hindu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Luh Sonia Candra Juwita, menjelaskan, memasuki masa grahasta , suami istri harus melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai grahastin.

“Terdapat beberapa kewajiban-kewajiban orang yang sudah berumah tangga,” beber Sonia.

Pertama adalah melanjutkan keturunan, dimana dengan berumah tangga dan mempunyai keturunan kita bisa membangun generasi baru yang baik dan suputra.

Membina rumah tangga dimana dalam berumah tangga kita tidak saja menyatukan dua hati, namun kita juga menyatukan dua keluarga yang berbeda.

“Selanjutnya bermasyarakat, dalam berumah tangga kita diwajibkan untuk saling menghormati membantu baik dalam keluarga maupun lingkungan sekitar. Intinya kita harus bisa berinteraksi dengan masyarakat dan selalu berjiwa sosial,” imbuhnya.

Kemudian melaksanakan yadnya karena inti dari grahasta asrama adalah untuk membayar utang kita (rna). Selain itu, dengan berumah tangga kita lebih fokus melaksanakan panca yadnya.

Seperti tercantum dalam Pupuh Ginanti soal kewajiban seorang suami.  

“Mani puan pet kegugu, ngalih kurnan upami, apang nepukin kesadiaa, kawenangan meraga suami, patut magehang kadharman, limang soroh linggih aji”.

Artinya: Besok atau lusa apabila dipercaya mencari pasangan hidup agar mendapatkan kebahagiaan. Kewajiban seorang suami harus menegakkan dharma. Ada lima hal yang harus dilakukan

Pertama yang harus dilakukan adalah berbicara sopan. Jangan berkata kasar pada istri. Jangan membentak bila ada masalah. Harus dibicarakan dengan baik. 

Kedua jangan merendahkan martabat istri apalagi sampai menghina dan memaki-maki istri. Karena seorang istri perasaannya sangat sensitif. Ketiga seorang suami harus mempunyai rasa cinta dan sifat jujur lahir batin sebagai landasan dalam berumah tangga.

Keempat seorang suami harus mempunyai rasa percaya pada istrinya. Kepercayaan yang tulus ikhlas merupakan salah satu syarat dalam berumah tangga.

Kelima seorang suami tidak boleh curiga atau berprasangka buruk terhadap istrinya.

“Dalam hal ini seorang suami tidak boleh cemburu buta. Karena sifat cemburu yang berlebihan dapat menghancurkan kehidupan berumah tangga,” tegas Sonia.

Selain kewajiban seorang suami,seorang istri juga mempunyai kewajiban yang disebutkan dalam Pupuh Ginanti.

“Kawenangan dadi eluh, ne patut nyandang lakonin, jalarang manggih kasadian, sesanane jati luwih, tur ne nyandang laksanayang, masih limang soroh yukti”

Artinya :

Kewajiban seorang istri yang harus dilakukan agar mendapatkan kebahagiaan adalahbertingkah yang baik dan yang harus dilakukan juga ada lima langkah .

Pertama pandai melayani suami, membantu setiap pekerjaan suami. Kedua seorang istri harus pandai melayani atau menerima tamu dari suaminya.

Dalam hal ini, apabila ada teman suami yang bertamu ke rumah, harus dilayani dengan ramah.

Ketiga, seorang istri harus setia dan jujur pada suaminya, karena kesetiaan dan kejujuran seorang istri adalah salah satu unsur dalam berumah tangga.

Keempat, dalam mengatur keuangan rumah tangga, seorang istri tidak boros dan suka berfoya-foya. Seorang istri harus pandai mengatur rumah tangganya.

Kelima seorang istri harus bisa mengambil dan melaksanakan pekerjaan sebagai seorang istri, sekaligus sebagai seorang ibu. Dalam hal ini seorang istri harus bisa memasak mengasuh anak dan membuat sarana upakara yadnya (banten).

Kewajiban - kewajiban suami istri dalam membina rumah tangga, di antaranya harus selalu ada rasa saling pengertian untuk mewujudkan keluarga sejahtera.

Oleh karena itu, hendaknya saling memupuk pribadi yang baik, menyatukan pikiran ucapan dan perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama berdasarkan ajaran dharma.

Editor : Nyoman Suarna
#kewajiban #bali #suami istri #hindu #tugas #grahasta asrama #tradisi #pupuh ginanti