BALI EXPRESS - Pura Goa Tirta Sunia menjadi salah satu bagian dari Kawasan Pura Pulaki dan Pesanakan yang berlokasi di kawasan Bali Utara, tepatnya di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Sebagai tempat pemujaan bagi umat Hindu Bali Utara, Pura Goa Tirta Sunia ini berada di dinding tebing setinggi 30 meter.
Konon di pura ini terdapat tirta sunia atau air suci yang sewaktu-waktu menetes dari satu lubang.
Posisi Pura Goa Tirta Sunia terletak sekitar 800 meter sebelah barat Pura Pulaki, di kawasan Bali Utara.
Lokasinya berada sekitar 20 meter di sebelah timur perbatasan antara Desa Banyupoh dan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
Secara struktur, pura terbagi atas tiga areal, yakni areal nista mandala, madya mandala dan utama mandala.
Di areal nista mandala terdapat sejumlah pelinggih penyawangan yang posisinya persis di pinggir jalan.
Pelinggih ini sebagai tempat penyawangan jika tidak sempat untuk nangkil ke atas.
Umumnya dilakukan bagi orang yang sekedar lewat saat melakukan perjalanan dan memohon izin untuk diberikan keselamatan.
Kemudian di bagian madya mandala yang dibatasi oleh candi bentar, tidak terdapat pelinggih.
Di kawasan ini hanya ada anak tangga yang di sisi kanan dan kirinya terdapat patung naga.
Sedangkan di bagian utama mandala terdapat goa yang hanya ada satu pelinggih berupa patung.
Pura yang berada di ketinggian sekitar 30 meter ini menempel di dinding tebing batu perbukitan Pulaki.
Dari jalan raya menuju pura, pengunjung menapaki sekitar 120 anak tangga.
Saat sampai di areal pura, terdapat goa setinggi 1,8 meter.
Di mulut goa terdapat sebuah patung yang dibalut kain hijau.
Patung inilah yang diyakini sebagai stana dari Ida Bhatara Lingsir dan Ida Ratu Niang Lingsir.
Pemedek bisa melaksanakan persembahyangan di goa ini secara bergilir, karena arealnya tergolong sempit.
Selain itu, jika posisi badan berbalik ke utara, maka terlihat jelas pemandangan dari ketinggian dan hamparan Pantai Pulaki yang membiru.