BALI EXPRESS - Penamaan Pura Goa Tirta Sunia di kawasan Bali Utara, tepatnya di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng bukan tanpa alasan.
Nama goa di Pura Goa Tirta Sunia diambil karena tempat pemujaan umat Hindu di kawasan Bali Utara ini memiliki goa yang sudah permanen sejak dulu.
Goa itu ada secara alami, tanpa campur tangan manusia.
Sedangkan sebutan Tirta Sunia yang dilekatkan pada nama Pura Goa Tirta Sunia karena di tempat pemujaan umat Hindu Bali Utara tersebut terdapat tetesan air suci yang tidak terlihat secara kasat mata atau disebut sunia.
Tetapi, tetesan air suci itu hanya sesekali mengucur dari langit-langit goa yang lubangnya hanya ada satu.
“Karena tirtanya tidak terlihat, makanya dikatakan sunia. Tetapi terkadang juga sesekali keluar. Nah itu fenomena langka,” sebutnya.
Pernah pada suatu ketika, air menetes dari atas langit langit goa. Namun, Mangku Sinar, mengira tetesan air itu berasal dari air hujan.
Karena kebetulan pada waktu itu memasuki musim penghujan.
Rupanya ia mendapat teguran dari tapakan Ida Sesuhunan lantaran Jro Mangku Sinar abai terhadap paica berupa air suci tersebut.
Akhirnya dia mewadahi tirta suci itu untuk digunakan.
“Tiang ditegur, beliau bendu (marah), kok dibiarkan begitu paica (tirtanya). Beliau lewat Jro Tapakan meminta agar tiang mewadahi tirta langka itu.
Kemudian bisa dicampur dengan air tabah, untuk digunakan memerciki pemedek yang nangkil,” kenangnya.
Editor : Nyoman Suarna