BALI EXPRESS - Dalam ajaran Hindu, ada empat tujuan hidup yang disebut dengan ajaran Catur Purusa Artha.
Keempat tujuan hidup manusia tersebut terdiri dari Dharma berarti kebenaran, Artha yang berarti kekayaan, Kama berarti keinginan dan Moksa merupakan kelepasan.
Keempat tujuan hidup tersebut juga tertuang dalam Sloka 18 Sarasamuscaya.
Dalam kitab Sarasamuscaya terbitan Ditjen Bimas Hindu, Sloka 18 tersebut berbunyi:
“Kāmārthau lipsamānastu dharmmamevāditaścaret
na hi dharmmādapetyārthaḥ kāmo vāpi kadācana.”
Artinya :
Mencari kāma dan artha harus dimulai dengan mengejar dharma. Jika mengabaikan dharma, tidak ada artha maupun kāma
“Yan paramārthanya, yan arthakāma sādhyan,
dharma juga lĕkasakĕna rumuhun,
niyata katĕmwaning arthakāma mĕne tan
paramārtha wi katemwaning arthakāma dening anasar sakeng dharma”.
Baca Juga: Tradisi Hindu Bali Makan Bersama di Pura Mas Penyeti: Wujud Syukur Atas Berkah dari Dewa Wisnu
Artinya :
Pada hakikatnya, bila artha dan kama yang ingin digapai, hendaknya dharma yang dilakukan lebih dahulu. Tidak perlu ragu, karena artha dan kama itu pasti akan didapatkan. Artha dan kama itu bila diperoleh menyimpang dari dharma maka akan tidak berguna.
Penyuluh Agama Hindu, I Putu Agus Adegrantika, menyampaikan bahwa berdasarkan sloka tersebut, pertama yang harus dilaksanakan adalah kebenaran.
Dimana dalam berpikir, berkata, dan berbuat semestinya manusia harus mengutamakan yang berkaitan dengan kebenaran.
Namun sebagai manusia yang masih memiliki lubang hidung menghadap ke bawah, tentu tidak ada manusia yang sempurna.
Pastinya ada saja kesalahan yang diperbuat. Meski demikian, hal ini harusnya menjadi dasar dalam melakukan aktivitas setiap harinya.
Kemudian kedua adalah Artha, atau disebut dengan kekayaan.
Kekayaan yang dimaksud adalah ilmu pengetahuan, skil maupun kemampuan yang dimiliki setiap orang.
Sebagai manusia semestinya kita secara ikhlas bisa memberikan apa yang kita punya kepada orang yang membutuhkan atau di Hindu disebut dengan Dhana Punia.
Ketiga adalah Kama atau keinginan. Sebagai makhluk hidup tentu memiliki keinginan yang muncul setiap detiknya.
“Dengan Kama semestinya kita dapat mengalihkan ke arah yang sesuai ajaran agama, khususnya keinginan yang baik -baik saja,” pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna