Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Hindu Bali: Hari Suci Purnama, Sanghyang Purusangkara Beryoga, Sesaji Ini yang Patut Dihaturkan

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 7 November 2023 | 16:40 WIB
SEMBAHYANG : Persembahyangan yang dilakukan umat Hindu saat hari suci Purnama. Pada hari ini diyakini Sanghyang Purusangkara sedang beryoga.
SEMBAHYANG : Persembahyangan yang dilakukan umat Hindu saat hari suci Purnama. Pada hari ini diyakini Sanghyang Purusangkara sedang beryoga.

BALI EXPRESS - Hari suci yang dihitung menurut perhitungan terbit dan tenggelamnya bulan adalah Purnama dan Tilem.

Purnama dan Tilem dipandang sebagai waktu sakral karena merupakan peralihan.

Sesuai Buku Kajian Lontar Sundarigama yang diterbitkan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,  Purnama adalah waktu terakhir pada paroh terang dan waktu awal dari paroh gelap. Karena itu Purnama dianggap waktu sakral.

Pada saat bulan Purnama diyakini bahwa Bhatara Parameswara atau Sanghyang Purusangkara bersama saktinya, diiringi para dewa dan bidara-bidadari, dan roh leluhur melakukan yoga (beryoga).

Di sisi lain pada setiap bulan purnama, diyakini Dewa Bulan beryoga.

Karena itu, umat diharapkan membuat persembahan sesuai kemampuan untuk dihaturkan kepada para dewa, terutama kepada Dewi Bulan.

Sesaji yang patut dipersembahkan pada saat bulan Purnama adalah penek kuning dengan lauk daging ayam putih siungan panggang, prayascita luih, dan reresik, serta dilengkapi dengan segehan agung 1 tanding.

Diantara Purnama yang dianggap paling sempurna adalah bulan purnama yang jatuh pada masa keempat yang disebut Purnama Kapat.

Selain Purnama Kapat, Purnama Kadasa juga diungkapkan dalam lontar Sundarigama sebagai hari suci.

Karena pada hari itu diyakini Sanghyang Suksmamerta beryoga di Sad Kahyangan Wisesa.

Bulan Purnama Kadasa juga disebut Purnama  Sadha.

Sedangkan nama Sanghyang Suksmamerta yang beryoga pada Purnama Kadasa mengindikasikan bahwa waktu tersebut merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau.

Adapun sesajen yang patut dihaturkan pada  saat Purnama Kadasa adalah suci, daksina, pras ajuman, rayunan perangkat, lauk daging serba suci, canang wangi, dan raka kembang payas, pangresikan selengkapnya, dilengkapi dengan segahan agung 1 tanding dan segehan sasah 6 tanding, memakai lauk bawang jahe.

Sedangkan untuk manusia perlu membuat sesajen prayascita lwih dan panyeneng tehenan. 

Editor : Nyoman Suarna
#sesaji #bali #hindu #beryoga #tradisi #purnama