BALI EXPRESS– Keberadaan tapakan dan sekaa barong bangkung di Kabupaten Tabanan, Bali akan didata ulang.
Tujuan pendataan barong bangkung ini untuk mengetahui secara detail tentang keberadaan tapakan maupun sekaa bangkung yang ada di Bumi Lumbung Padi-sebutan Kabupaten Tabanan.
Pendataan barong bangkung merupakan program dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan, yang bekerja sama dengan Kampus UHN Bagus Sugriwa dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan.
Ketua Penelitian Dewa Rat Dwiyana Putra, membeberkan data total sebanyak 45 barong bangkung, baik sekaa barong dan tapakan yang ada di Kabupaten Tabanan. Puluhan barong tersebut tersebar di sepuluh kecamatan yang ada di Tabanan.
“Dalam pendataan kami melibatkan Penyuluh Agama Hindu di Kabupaten Tabanan dengan waktu seminggu. Pendataan juga harus spesifik mulai sejarah, panjang, status hingga pembuatnya,” jelas Dewa Rat.
Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan dalam pendataan itu para penyuluh harus menyertakan foto barong bangkung. Tujuannya untuk dilakukan penelitian terkait tahun pembuatannya.
Disinggung mengapa yang didata hanya barong bangkung saja, diperkirakan karena setiap pementasan dari Kabupaten Tabanan lebih lumbrah dipentaskan.
“Namun di luar itu karena ini permintaan dari BRIDA juga untuk keperluan penelitian,” pungkas dia. (*)
Editor : I Made Mertawan