Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri tak Terpecahkan di Pura Pucak Petali Bali: Daun Pohon Pule Berganti Tiga Kali

Putu Agus Adegrantika • Senin, 20 November 2023 | 21:02 WIB
PURA : Pura Luhur Pucak Petali, di Desa Adat Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan memiliki sebuah pohon aneh. Daun pohon berganti tiga kali setiap tahun.
PURA : Pura Luhur Pucak Petali, di Desa Adat Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan memiliki sebuah pohon aneh. Daun pohon berganti tiga kali setiap tahun.

TABANAN, BALI EXPRESS – Pura Luhur Pucak Petali, Desa Adat Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali memiliki misteri yang tidak terpecahkan.

Di Pura Luhur Pucak Petali terdapat sebuah pohon mirip pule  yang cukup aneh. Pohon tersebut terletak di utamaning mandala pura.

Bendesa Adat Jatiluwih, I Wayan Yasa, menjelaskan, pohon itu mengalami perubahan sebanyak tiga kali. Berbeda dengan pohon pule pada umumnya yang mengalami perubahan hanya sekali setahun.

 “Pertama daunnya rontok  semua. Setelah itu keluar daun kecupi, seperti cempaka putih. Begitu kelihatan  seperti bunga, semuanya rontok lagi dan keluar lagi daun muda kembali,” jelasnya, Minggu (19/11).

Perubahan terhadap pohon tersebut tidak bisa ditentukan waktunya. Bahkan Wayan Yasa menyebutkan, ketika daunnya rontok, terjadi tiga kali dalam sehari.

Wayan Yasa tidak berani memastikan apa makna di balik fenomena pohon tersebut. Namun pohon yang tumbuh di utamaning mandala pura  itu sangat disucikan.

Pura ini berstatus Pura Dang Kahyangan yang diempon oleh 382 kepala keluarga dari Desa Adat Jatiluwih, dengan bala putra di 25 desa adat.

Kata Wayan Yasa, pura ini memiliki lima pesanekan, yaitu Taksu Agung, Bulakan,  Manik Galih,  Batu Madeg, dan Dalem Petali.

Meski tidak ada purana yang pasti terkait asal-usul pura dan tahun berdiri pura tersebut, tetapi terkait tatanan upacara tertulis dalam sebuah purana Puri Anom Tabanan.

“Kami sempat membaca purana  sekitar itu  8 tahun lalu. Yang dimuat hanya soal tatanan upacara, sedangkan sejarah dan asal-usul pura tidak disebutkan,” tegas Wayan Yasa.

Dalam purana disebutkan, piodalan di pura tersebut dilaksanakan setiap enam bulan sekali, bertepatan dengan Buda Kliwon Ugu.

Baca Juga: Kualifikasi EURO 2024: 16 Negara Dipastikan Lolos, Portugal Paling Sempurna

Upacara berlangsung selama empat hari sampai Saniscara Pon Ugu.

BERKUALITAS: Potret hasil pengeringan 30 Kg tembakau setelah 9 jam dikeringkan oleh mesih oven dari ITS.
BERKUALITAS: Potret hasil pengeringan 30 Kg tembakau setelah 9 jam dikeringkan oleh mesih oven dari ITS.
Editor : Nyoman Suarna
#bali #pura pucak petali #pohon #misteri #terpecahkan