Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Singkat Pura Luhur Pucak Batu Lumbung di Tabanan Bali yang Masih Berkaitan Erat dengan Pura Luhur Batukau

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 24 November 2023 | 15:25 WIB
Suasana Pura Luhur Pucak Batu Lumbung di Kabupaten Tabanan, Bali.
Suasana Pura Luhur Pucak Batu Lumbung di Kabupaten Tabanan, Bali.

TABANAN, BALI EXPRESS – Pura Luhur Pucak Batu Lumbung, tempat suci umat Hindu ini terletak di wilayah Desa Adat Soka, Desa Dinas Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Pura Pucak Batu Lumbung termasuk di kawasan lereng Bukit Puun, dan memiliki sejarah yang erat dengan Pura Luhur Batukau di Tabanan. 

Hal tersebut diungkapkan oleh pamangku gede Pura Pucak Batu Lumbung, Jro Mangku I Wayan Mariasa.

“Sejarahnya sangat erat dengan keberadaan Pura Luhur Batukau. Hal itu tertuang dalam purana yang ada,” jelas Jro Mangk I Wayan Mariasa saat ditemui, Rabu 22 November 2023.

Dalam kesempatan itu diungkapkan juga  hubungan Pura Pucak Luhur Batu Lumbung berawal dari kedatangan Perbekel Agung, Pepatih, dan Pasek yang mencari  tempat dataran untuk melakukan aktivitas keagamaan waktu tersebut.

“Mereka mencarinya dengan cara naik jurang turun jurang. Hingga perjalanan Perbekel Agung ini membuat kubangan dan banyak bunga beliau tumbuh,” imbuh Jro Mangku Mariasa.

Disebutkan dalam  kesempatan itu terdapat batu besar juga yang besarnya sekitar lima depa berukuran segi empat. Lokasinya di dekat bukit dan  jurang.

Meski demikian, air yang dihasilkan sangat deras. Sehingga batu itu diyakini sebagai simbol Tri Murti yang ada di atas batu jejak dari sang prabu yang melakukan perjalanan ke lokasi itu.

Bahkan sampai saat ini sumber mata air yang ada di selatan pura tersebut sebagai salah satu sumber mata air subak-subak yang ada di hilirnya.

Maka  yang ada itu diyakini sebagai tempat bersabdanya para penekun spiritual pada zaman dulu.

Sedangkan penggalan kata Batu Lumbung secara sekala ada batu itu sebagai tempat bhakti umat, dan lumbung sebagai tempat atau gudangnya pangan khususnya padi.

Dalam hal ini Pemangku Ageng di pura tersebut menegaskan bahwa dalam konteks ini adalah bhakti terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebab Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai gudangnya segala ilmu.

“ Selain penghormatan terhadap kemakmuran ala mini, para pemedek yang tangkil juga banyak yang datang dari para pedagang. Pedagang apapun dan usaha apapun itu biasanya mereka nunas ica juga di sini,” pungkas Jro Mangku  Mariasa. (*) 

 

Editor : I Made Mertawan
#Pura Luhur Pucak Batu Lumbung #pura luhur batukau #bali #hindu #sejarah pura #tabanan