BALI EXPRESS – Pura Luhur Pucak Pengungangan merupakan salah satu pura kahyangan jagat yang ada di Desa Adat Batusesa, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Meski berada di wilayah Desa Adat Batusesa, pengempon Pura Luhur Pucak Pengungangan terdiri dari dua desa adat, yaitu Desa Adat Batusesa dan Desa Adat Abang.
Kepala Lingkungan Desa Adat Batusesa, I Made Sucika, didampingi pemangku dan perangkat desa menuturkan, sejarah Pura Luhur Pucak Pengungangan ditulis dalam beberapa lontar.
“Ada beberapa lontar yang dikaitkan dengan sejarah Pura Luhur Pucak Pengungangan. Konon ada hubungannya dengan perjalanan seorang brahmana Hindu ke Bali, sekitar tahun 1300 masehi,” jelas Sucika, Kamis (23/11).
Menurutnya, memang tidak ada prasasti yang menyebut pura ini. Namun sesuai lontar, sejarah terbentuknya Pura Luhur Pucak Pengungangan berawal dari perjalanan seorang brahmana Hindu bernama Ida Rsi Madura ke Bali untuk mengikuti petunjuk Ida Rsi Markandya.
Dalam perjalanan ke Bali, Ida Rsi Madura disertai pasukan sebanyak 400 orang dan rakyat 800 orang. Para pengikutnya itu di antaranya berprofesi sebagai pembuat peralatan atau ahli senjata.
“Ida Rsi Madura memiliki dua karakter, yaitu sebagai brahmana dan ksatria. Sedari kecil Ida Rsi Madura sudah mempelajari sastra, tetapi miliki sifat ksatria,” tegas Sucika.
Dalam kisah Mahabharata, Ida Rsi Madura diidentikkan dengan salah satu wujud Awatara Siwa karena memiliki sifat brahmana dan ksatria yang menggeluti sastra dan kanuragan.
Perjalanan Ida Rsi Madura melalui utara Buleleng hingga menetap di Banyuatis, di wilayah Kayu Putih. Kemudian menuju Tamblingan dan Danau Beratan.
“Di kawasan Danau Beratan Ida Rsi Madura membuka pemukiman. Saat itu Ida Rsi Madura diceritakan menghadapi berbagai kesulitan lantaran cuaca ekstrem,” paparnya.
Sucika menjelaskan, karena cuaca tidak bersahabat dan sangat dingin, banyak dari pengiringnya yang jatuh sakit.
Akibatnya sang Rsi bergeser ke selatan, sampailah di wilayah Batusesa, lokasi Pura Luhur Pucak Pengungangan sekarang untuk melakukan semadi.
“Ida Rsi Madura merupakan pemuja Dewa Tri Murti untuk memohon kehangatan,” tegasnya.
Dengan mengucapkan “Ang Ung Mang”, turunlah anugerah Dewa Tri Murti berupa hawa hangat. Sejak itu tempat semadi Ida Rsi Madura diberi nama Pura Pucak Luhur Pengungangan.