BALI EXPRESS - Pura Luhur Pucak Nyapu Jagat di Desa Adat Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan banyak dikunjungi para penekun spiritual.
Pemangku Pura Luhur Pucak Nyapu, Jero Mangku I Ketut Sumantra menuturkan, pemberian nama pura tersebut sesuai dengan yang nyeneng (berstana) di pura tersebut.
"Diberi nama Pucak Nyapu Jagat dikarenakan yang kasungsung (dipuja) di pura ini meraga anak istri (sosok wanita) berambut panjang," terang Jero Mangku I Ketut Sumantra, Senin (27/11).
Sosok wanita tersebut, jelasnya, kalau keramas menggunakan tempat seperti kursi berbahan batu. Batu itu sampai saat ini masih ada di jeroan pura.
"Seperti namanya Pura Luhur Pucak Nyapu Jagat, luhur berarti paling atas. Bagian paling atas adalah kepala,” jelasnya.
“Yang ada di kepala adalah rambut. Karena rambut Ida seakan membersihkan tanah, maka disebut nyapu jagat," terangnya.
Jero Mangku I Ketut Sumantra menambahkan, pura tersebut sering didatangi penekun spiritual, seperti jero dasaran atau jero balian.
"Mereka yang tangkil ke pura sebagian besar karena mendapat pawisik agar tangkil," pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna