Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Sebagai Penghubung Alam Sekala dan Niskala, Pakem Tari Baris Bugbug Sarat Makna

I Putu Mardika • Selasa, 19 Desember 2023 | 17:13 WIB
PAKEM: Tari Baris Bugbug di Pura Dalem Gede Selaungan diyakini sebagai media untuk menghubungkan alam sekala dan niskala, melalui pakem gerakan tari yang sarat makna.
PAKEM: Tari Baris Bugbug di Pura Dalem Gede Selaungan diyakini sebagai media untuk menghubungkan alam sekala dan niskala, melalui pakem gerakan tari yang sarat makna.

BALI EXPRESS – Sesuai tradisi, tiap pujawali di Pura Dalem Gede Selaungan, tarian sakral tari Baris Bugbug dipentaskan sebagai persembahan kepada Ida Bhatara yang berstana di pura ini.

Sebagai sebuah tari sacral di Bali, tari Baris Bugbug memiliki pakem hingga kostum (pakaian) tersendiri, mulai dari bagian kaki, badan, hingga kepala.

Di bagian kaki celana panjang lurik (poleng) dengan menggunakan stiwel dan lonceng kecil (gongseng)

Di bagian badan, para penari menggunakan baju lengan panjang dengan corak lurik (poleng), kamben berwarna putih, sabuk (tetekes) pinggang dengan bahan kain, keris, saput (awiran) menggantung di seluruh lingkar badan, lamak (awiran) menggantung di bagian badan depan dan sabuk (tetekes) dada dengan bahan kain motif loreng.

Penari juga menggunakan busana seperti badong (awiran) menggantung di leher sebagai ciri khas tari baris.

Para penari memakai baju lengan panjang dengan corak lurik (poleng), gelang kana dan lonceng kecil (gongseng).

Di bagian kepala terdapat gelungan, yang terdiri keranjang yang dilapisi rambut, kain putih (udeng) dengan lukisan tinta prada, daun pandan, daun enau (jaka) yang diselipkan di gelungan.

Selain itu, ada bunga dan daun girang sebagai hiasan telinga. Di bagian wajah dihiasi kapur (pamor) yang dioleskan di pipi dan dagu.

“Yang unik itu karena menggunakan sarana tangkai pohon enau (jaka) yang dibentuk menyerupai tombak disebut dengan nama pugpug," ungkap tokoh masyarakat Cempaga, I Wayan Nyepeg.

Properti pugpug ini, terangnya, memiliki makna sebagai penghubung alam sekala dan  niskala yang akan menurunkan spirit Ida Bhatara Dalem ketika dilaksanakan upacara piodalan. 

Pugpug tersebut diyakini memiliki kekuatan khusus untuk membersihkan segala kekotoran yang ada di alam semesta, termasuk masyarakat. Tidak mengherankan, jika tarian ini diyakini sebagai penetralisir energi negatif.

Selain memiliki kostum unik sebagai ciri khas, Tari Baris Pugpug juga memiliki pakem tersendiri berupa gerakan-gerakan khusus.

Dengan gerakan tersebut, Tari Baris Bugbug diyakini sebagai pasukan dari Ida Bhatara Dalem yang turun ke dunia. Kesan kewibawaan dan barisan yang rapi mencerminkan sikap kesatria perang yang tangguh.

“Tari Baris Bugbug sebagai media pertemuan antara alam sekala dan niskala, sehingga muncul sebuah energi para dewata di Pura Dalem Gede Selaungan. Tarian ini diyakini mampu membuka nurani umat secara spiritual untuk merasakan energi dewata tersebut,” katanya.

Saat pentas, penari Baris Bugbug yang menghadap ke masing-masing penjuru arah mata angin mengisyaratkan sebagai penjemput dan menyambut kedatangan Para Dewata Nawa Sanga.

Dewata Nawa Sanga yang turun dari swah loka (alam atas) menuju ke alam tengah (bwah loka) atau alam manusia. Secara teologis, hal ini mengandung makna bertemunya Dewa Siwa dan Dewi Durga.

Siwa disimbolkan dengan penari yang berada di tengah dengan pancaran energi menuju arah masing-masing diagonal. Sedangkan energi Durga disimbolkan dengan penjuru arah mata angin yang disebut dengan energi panca Durga

Kekuatan seluruh dewata juga terpancar melalui kelompok besar yang terdiri dari 15 orang penari. Kekuatan Siwa yang bersinergi dengan kekuatan Durga diturunkan ketika melakukan piodalan di Pura Dalem Gede Selaungan dan disertai juga dengan pancaran kekuatan Ida Bhatara Kabeh.

Ketika mengadakan ritual piodalan di Pura Dalem Selaungan, energi para dewata seluruhnya akan perpusat pada Siwa-Durga sebagai ista dewata yang dipuja di Pura Dalem Gede Selaungan.

“Melalui Dewa Siwa-Durga para dewata ikut memberikan anugerah ketika umat melakukan kegiatan ritual. Jadi upacara (banten) yang dihaturkan bukan kepada Ida Bhatara Dalem saja, tapi kepada seluruh Ida Bhatara atau yang biasa disebut dengan Dewa Samodaya,” paparnya.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #alam #sekala dan niskala #pakem #Baris Bugbug #makna #tradisi #tari