BALI EXPRESS – Tirta memiliki peranan penting dalam kegiatan agama Hindu. Sesuai tradisi yang diyakini di Bali, ada kesan bahwa tanpa tirta atau air suci, prosesi yadnya terasa kurang lengkap.
Dosen Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. Wayan Murniti, M.Ag menjelaskan, tirta memiliki peranan penting dalam ritual serta kesakralan yang diyakini oleh umat Hindu.
Landasan ini tersurat dalam Lontar Siwa Gama yang berbunyi, “Kirang banten atuku dening mantra, kirang mantra atuku dening adnyana, kirang adnyana atuku dening tirtha”
Makna dari cuplikan lontar Siwa Gama bahwa begitu pentingnya tirta, sehingga banten yang dianggap kurang lengkap bisa disempurnakan dengan mantra. Begitu seterusnya, jika kurang lengkap bisa disempurnakan dengan tirta.
Biasanya tirta dipercikkan dan diminum. Setelah diminum, terasa ada hal berbeda dari sebelumnya.
Seperti pikiran bertambah tenang, hati terasa damai, getaran spiritual muncul. Ada juga fakta bahwa setelah nunas tirta, orang yang sakit berangsur-angsur sembuh.
Murtini mengatakan, setiap proses metirta ada mantranya.
Saat tirta dipercikan ke ubun – ubun sebanyak tiga kali, misalnya, diucapkan mantra dalam hati (japa), “Ong Hrang Hring Sah Parama Siwa Merta Yenamah Swaha.
Mantra ini bermakna untuk memohon peleburan dosa agar dikaruniai kebahagiaan lahir dan bathin.
Saat minum tirta juga ada mantranya yang diucapkan dalam hati. Minum pertama mantranya: Ong Atma Paripurna yenamah swaha.
Minum kedua mantranya: Ong Jiwata Paripurna Yenamah Swaha. Minum ketiga, mantranya: Ong Sarira Paripurna Yenamah Swaha.
Pada waktu meraup digunakan tangan yang diusapkan dimulai dari dahi turun sampai ke dagu (artinya mohon pengelukatan), kemudian dari dagu naik ke atas sampai ke ubun-ubun (artinya memohon pebersihan), demikian berulang kali sebanyak tiga kali.
Terakhir ke dada sambil mengucapkan mantra dalam hati, yakni, meraup pertama: Ong Ksemung Siwa Merta Yenamah.
Meraup kedua: Ong Ksemung Sadha Siwa Yenamah dan meraup ketiga: Ong Ksemung Parama Siwa Mertha Yenamah.
“Demikian sakralnya proses metirta, sehingga sudah seharusnya umat Hindu meyakini kekuatan tirta yang sering dimohon usai persembahyangan,” tutupnya.
Editor : Nyoman Suarna