BALI EXPRESS – Sesuai tradisi, pementasan barong sampi di Pura Peresanak Dalem Tanjung, Bualu, Badung, Bali dilaksanakan pada saat pergantian waktu sore hari menuju malam hari atau lebih tepatnya disebut sandyakala.
Sesolahan barong sampi dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, yaitu tepatnya pada saat Umanis Kuningan, Redite Manis Langkir, Wuku Kuningan, atau setelah perayaan hari raya Kuningan. Hari ini bertepatan saat upacara piodalan di Pura Peresanak Dalem Tanjung
Pengempon Pura Peresanak Dalem Tanjung, Jro Mangku Sukra mengatakan, di samping sebagai wali, sesolahan barong sampi dipercayai untuk pembayaran kaul (masesangi), meminta keselamatan dan kesejahteraan hidup.
Sebab tapakan barong sampi diyakini mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan umat yang sakit. Biasanya dilaksanakan pada saat selesai barong itu mesolah atau dipentaskan.
“Selain sebagai pelengkap upacara, sesolahan barong sampi juga diyakini sebagai penetralisir hawa negatif dan sebagai sarana nunas tamba (obat),” katanya.
Ketika ada masyarakat terserang penyakit non-medis, mereka akan memohon tamba kepada tapakan barong sampi berupa tirta atau sarana bungkak nyuh gading.
“Barong Sampi ini merupakan lambang kebesaran yang diharapkan mampu memberikan keselamatan, perlindungan, dan kesehatan bagi masyarakat penyungsung Pura Peresanak Dalem Tanjung,” tutupnya.
Editor : Nyoman Suarna