Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Tari Baris Cina di Sumawang, Ungkap Sejarah Akulturasi Budaya Cina sejak Abad X

I Putu Mardika • Sabtu, 13 Januari 2024 | 16:19 WIB
AKULTURASI: Tari Baris Cina di Banjar Sumawang, Sanur Denpasar merupakan simbol akulturasi antara budaya Cina dan Bali yang sudah terjalin sejak abad X.
AKULTURASI: Tari Baris Cina di Banjar Sumawang, Sanur Denpasar merupakan simbol akulturasi antara budaya Cina dan Bali yang sudah terjalin sejak abad X.

BALI EXPRESS - Tari Baris Cina merupakan tarian sakral yang hanya dipentaskan di dua tempat di Bali yaitu Banjar Sumawang, Sanur dan di Desa Renon, Denpasar.

Tari Baris Cina memiliki kekhasan atau keunikan tersendiri karena nilai sejarah dan estetikanya yang tinggi.

Tidak hanya sakral,  tarian yang mencerminkan akulturasi budaya Cina dan Bali ini menggunakan kostum unik, menyerupai pakaian orang-orang Cina

Sesuai tradisi, saat pentas Tari Baris Cina diiringi dengan gambelan yang disebut dengan Gong Beri.

Bahkan, Tari Baris Cina ini merupakan personifikasi dari Ratu Tuan yang dipuja di Pura Giri Kusuma, Banjar Sumawang, Sanur, Denpasar.

Tokoh masyarakat Banjar Sumawang, I Gusti Made Ruma Tenaya menjelaskan, belum ada sejarah yang valid menyebutkan tentang keberadaan Tari Baris Cina di Sumawang.

Selain itu, belum diketemukan adanya bukti-bukti yang menyebutnya secara jelas tentang keberadaan tarian ini.

Jika dilihat secara seksama, baik motif pakaian, gerak-gerak tarinya, serta senjata yang dipergunakan penari, ada asumsi yang menyebutkan jika Baris Cina di Sumawang sebagai bukti pengaruh kesenian Cina yang dibawa oleh pelaut-pelaut Cina sekitar abad ke X.

Pendapat itu dikaitkan dengan prasasti Blanjong yang berangka tahun 917 T.M.

Dari hasil riset para ahli, Pantai Blanjong yang letaknya tidak jauh dari Sumawang pada jaman dahulu diduga keras pernah menjadi bandar atau pelabuhan di Pulau Bali bagian selatan.

Pelabuhan ini banyak disinggahi oleh kapal-kapal dagang dari Cina.

Para saudagar tersebut, di samping terkenal sebagai pedagang yang ulet, kemungkinan juga sebagai seniman beladiri yang andal.

Akibat dari pergaulannya dengan penduduk setempat, kesenian mereka secara perlahan-lahan dalam waktu yang cukup lama ditularkan kepada penduduk setempat. Sehingga terjadi alkulturasi kebudayaan, antara kebudayaan lokal dengan kebudayaan Cina.

Editor : Nyoman Suarna
#cina #bali #akulturasi #baris cina #budaya #sumawang #tradisi #tari