Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Mencerminkan Sifat Kepahlawanan, Tari Baris Cina Peragakan Gerakan Pencak Silat Cikalong, Gunakan Bahasa Asing

I Putu Mardika • Sabtu, 13 Januari 2024 | 16:57 WIB
PENCAK SILAT: Tari Baris Cina mencerminkan sifat kepahlawanan, mempergakan  gerakan pencak silat aliran Cikaret atau Cikalong dan gunakan dua bahasa asing.
PENCAK SILAT: Tari Baris Cina mencerminkan sifat kepahlawanan, mempergakan gerakan pencak silat aliran Cikaret atau Cikalong dan gunakan dua bahasa asing.

BALI EXPRESS - Gerakan Tari Baris Cina di Banjar Sumawang, Sanur, Denpasar Bali  mencerminkan sifat-sifat kepahlawanan yang terbagi dalam tiga babak.

Tokoh Banjar Sumawang, I Gusti Made Ruma Tenaya mengatakan, babak pertama dimulai dengan Baris Cina kelompok Selem menari.

Komandan penari Baris Cina kelompok Selem  mengelilingi arena pertunjukkan, kemudian menari dengan memperagakan gerak pencak silat dari aliran Cikaret atau Cikalong

Gerakan tariannya diiringi tabuh (musik) keras. Kemudian pengater Baris Cina tersebut berdiri di depan arena serta menghadap ke belakang, mengawasi pasukannya yang telah siap sedia untuk menari dengan membawa pedang.

Penari Baris Cina Selem membentuk dua barisan dengan mengambil posisi di samping kiri dan kanan arena.Baca Juga: Anak-anak pun Ikut dalam Aksi Solidaritas untuk Palestina di Jakarta 

Pada waktu Baris Selem bergerak maju, irama gamelan terdengar pelan. Namun saat penari sampai di batas depan, gamelannya dipukul dengan keras dan cepat.

Saat penari bergerak di tempat, secara perlahan-lahan suara gamelan kembali pelan.

Selanjutnya diiringi suara gamelan dengan dinamika keras, pengater (komandan) Baris Selem kembali menari bersama-sama dengan pasukan (kelompok) Baris Selem. Ketika iringan suara gamelan pelan Baris Selem mengakhiri tariannya.

Babak kedua dilanjutkan dengan tarian Baris Cina Putih dengan komposisi sama seperti tarian serta suara gamelan kelompok Baris Selem.

Selanjutnya babak ketiga, sebagai babak terakhir daripada pertunjukkan Baris Cina, masing-masing kelompok Baris Selem dan Baris Putih siap di barisannya untuk memulai adegan peperangan.

Kedua kelompok saling berhadap-hadapan dan saling berpandangan, pertanda perang segera dimulai.

Masing-masing pengater (komandan) berada di sebelah kanan pasukannya. Ketika suara gamelan makin keras dan cepat, Baris Selem dengan Baris Putih bertarung.

“Dengan gemerincing suara pedang yang beradu disertai gamelan yang makin keras, para penari pun kerauhan,” paparnya.

Pada saat kerauhan, penari Baris Selem sering mengeluarkan ucapan dengan Bahasa Arab, sedangkan penari Baris Putih menggunakan Bahasa Cina.

Namun sekarang, karena adegan pertarungan tersebut terlihat membahayakan baik penari ataupun masyarakat yang menyaksikan, adegan pertarungan tersebut ditiadakan.

“Kini adegan pertarungan itu tidak dilakukan lagi, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian pula senjata pedang yang dipakai, diganti dengan pedang imitasi terbuat dari bahan logam yang tidak keras. Kecuali pedang yang dibawa oleh pengater (komandan) masih asli,” tutupnya.

Editor : Nyoman Suarna
#cina #kepahlawanan #Cikalong #bali #sifat #pencak silat #bahasa #gerakan #baris cina #tradisi #tari #arab