BALI EXPRESS – Agama Hindu mengajarkan umatnya untuk menjalankan tahapan kehidupan sesuai tingkatannya yang disebut Catur Asrama.
Sesuai ajaran Catur Asrama, ada empat tahapan untuk menjalani kehidupan di dunia ini, yaitu Brahmacari atau masa menuntut ilmu, Grahasta atau masa berumah tangga, setelah itu adalah Vanaprastha atau masa melepaskan ikatan keduniawian.
Oleh karena itu setelah selesai menunaikan tugas sebagai grhasthin atau hidup berumah tangga, pasangan suami istri hendaknya melaksanakan masa vanaprastha, masa mengasingkan diri untuk secara perlahan melepaskan ikatan keduniawian.
Penyuluh Agama Hindu, Aris Widodo, menjelaskan, seorang vanaprasthin ibaratnya seperti pertapa.
Seorang vanaprasthin melakukan perbuatan mulia seperti sarjana yang bijak (bijak), bersahabat, berbicara manis dan menyenangkan.
Selain itu, melakukan berbagai sadhana, latihan kerohanian dan berbagai bentuk vrata (pengekangan diri) seperti monabrata (mengekang diri untuk waktu tertentu tidak berbicara) dan sebagainya.
Terkait hal itu, Reg Veda X. 136. 3, menyebutkan:
Monabrata
Un-madita mauneyena
vetan a tasthima vayam
Artinya :
Kami berbahagia luar biasa dengan melaksanakan Monabrata (diam/penyepian diri) dan sekarang kami telah menjadi ringan bagaikan angin.
Bahwa dalam hidup ini pasti sudah ada yang mengaturnya sehingga umat manusia tinggal memilih mana yang akan dijalankan.
“Oleh karena itu, dalam menjalani hidup ini kita harus melakukan apa dulu,” ujar Aris Widodo.
Dengan telah berakhirnya masa grhastha, dimana kewajiban terhadap putra-putrinya sudah habis, maka sedikit demi sedikit harus melepaskan ikatan duniawi.
Sebab, lanjuta Aris, kewajiban untuk putra-putrinya yang telah berumah tangga sudah tidak ada lagi. Karena itu, masa berikutnya adalah menuju Vanaprastha.
“Vanaprastha merupakan masa di mana kita sudah harus meninggalkan ikatan-ikatan keduniawian, untuk lebih sering mendekatkan diri kepada Hyang Widhi,” paparnya.
Vanaprastha adalah sebagai masa persiapan sebelum atman betul-betul meninggalkan badan.
“Jadi sebelum kembali ke pangkuan Sang Pencipta, sesuai ajaran Catur Asrama dalam agama Hindu, kita harus secara perlahan melepas ikatan keduniawian dengan Vanaprastha,” pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna