Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Libatkan Tri Manggala, Begini Rangkaian Prosesi Piodalan di Pura Ponjok Batu Bali, Berikut Tujuannya

I Putu Mardika • Selasa, 30 Januari 2024 | 18:32 WIB
TRI MANGGALA: Untuk kelancaran pelaksanaan piodalan di Pura Ponjok Batu, Bali, melibatkan tri manggala, dengan rangkaian prosesi ini.
TRI MANGGALA: Untuk kelancaran pelaksanaan piodalan di Pura Ponjok Batu, Bali, melibatkan tri manggala, dengan rangkaian prosesi ini.

BALI EXPRESS - Prosesi pelaksanaan piodalan atau pujawali di Pura Ponjok Batu, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali  diawali dengan paruman/sangkep para pengulun desa yang jumlahnya tujuh orang.

Ketujuh pengulun desa ini meliputi dua orang jro kubayan, dua orang jro bahu, dua orang singgukan, dan satu orang jro penyarikan.

Pengulun desa ini membicarakan persiapan yadnya dan menghitung waktu yang tepat sesuai dengan “pewatekan sasih”.

Setelah pengulun desa mendapatkan waktu untuk upacara piodalan, kemudian jro penyarikan akan didaulat sebagai penanggung jawab upakara.

Jro penyarikan akan mensosialisasikan upacara pujawali tersebut kepada para pengempon pura dan warga Desa Bangkah.

Pengulun desa, melalui jro penyarikan, menetapkan waktu yang mulai disakralkan 12 hari sebelum piodalan dimulai.

“Semua krama ngastiti agar pelaksanaan piodalan labda karya sida sidanning don lan paripurna, atau berjalan lancar sesuai dengan tujuan,” papar pengempon Pura Ponjok Batu, Jro Mangku Pasek Sekalan.

Tiga hari menjelang piodalan, dilaksanakan mohon tirta atau air suci ke Pura Pegonjongan, Pura Puncak Sinunggal, Pura Penegil Dharma, Pura Pulaki, Pura Melanting, Pura Kerta Kawat, dan Pura Segara Rupek.

Tujuannya agar semua tirta tersebut memberikan rasa nyaman dan sebagai sarana pembersih pada saat piodalan.

Pemundutan tirta ini dari pura-pura tersebut dilaksanakan pada saat hari yang baik dan menghindari perhitungan tri wara yaitu pasah.

Piodalan pada Sasih Ketiga, Kawulu, dan Kedasa khusus ditangani Desa Adat Bangkah dengan melibatkan Tri Manggala, yaitu sang yajamana, pengulun desa dan krama desa.

Pembuat sarana upakara atau banten disebut Jro Pakelayu, terdiri dari para istri krama desa adat.

Sedangkan untuk ngantebang upakara dan persembahyangan, dipimpin oleh para pengulun desa yakni Jro Kabayan, Jro Bahu, dan Jro Penyarikan dibantu oleh Jro Mangku Jan Banggul Pemade dan Paguyuban Pemangku lainnya.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #Piodalan #tri manggala #Prosesi #Pura Ponjok Batu