BALI EXPRESS - Pura Pusering jagat yang terletak di Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, merupakan salah satu pura Sad Kahyangan di Bali.
Kahyangan ini merupakan sthana Tuhan atau Bhatara-Bhatari serta leluhur yang diberi nama Kahyangan Puseh Kangin.
Kahyangan artinya tempat Hyang Widhi, Bhatara- Bhatari, Sakuwubing jagat. Puser artinya wit (asal mula), nabhi (puser, pusat).
Kangin artinya pintu palinggih pokok atau palinggih utama, menghadap purwa/kangin.
Ini berarti bahwa tata letak palinggih utama Pura Pusering Jagat berada di arah barat dengan menghadap ke timur, serta arah pemujaannya pun mengikuti arah palinggih utama pada Pura Pusering Jagat.
Selain itu, pura ini juga merupakan salah satu tempat suci peninggalan prasejarah. Hal tersebut terbukti dari peninggalan arkeologi di area pura tersebut.
Berbagai referensi menyebutkan, Pura Pusering Jagat adalah sebuah tempat suci yang dibangun oleh Ki Madayana, seorang putra Raja Bali Kuno. Ki Madayana juga bergelar Maraja Mandhawa.
Ki Madayana membangun sebuah pasraman dan kahyangan atau tempat pemujaan yang dibarengi para pengikutnya.
Tempat pemujaan yang dibangun diberi nama Kahyangan Pusering Bhuana atau Kahyangan Pusering Jagat.
Jero Mangku Pura Pusering Jagat, Dewa Ngakan Putu Bagiana menjelaskan, di Pura Pusering terdapat upacara Mapakelem Telaga Maya.
Upacara tersebut dilaksanakan di tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat Desa Pejeng.
Lokasinya berada di areal jaba tengah atau jeroan Pura Pusering Jagat.
Tempat pelaksanaan upacara Mapakelem Telaga Maya di Pura Pusering Jagat disebut dengan Telaga Maya.