BALI EXPRESS - Dalam agama Hindu ada yang disebut dengan Atma Tatwa.
Atma Tatwa merupakan percikan-percikan terkecil dari Parama Atma, yaitu Hyang Widhi Wasa yang ada di dalam diri semua makhluk hidup.
Atman yang ada di dalam diri manusia disebut Jiwatman, yaitu yang menghidupkan manusia.
Penyuluh Agama Hindu, Aris Widodo, menerangkan, Atman dan badan ibarat kusir dan kereta.
Kusir itu sebagai Atman yang menjalankan kereta, sedangkan keretanya adalah badan.
Jadi Atman itu menghidupi semua makhluk hidup di alam semesta ini.
“Indria tidak dapat bekerja kalau tidak ada Atman. Mata juga tidak dapat melihat kalau tidak ada Atman. Demikian juga kulit tidak dapat merasakan kalau tidak ada Atmannya, dan sebagainya,” papar Aris Widodo.
Lebih lanjut dia menerangkan, menurut Bhagawad Gita (11.24.25), sifat-sifat Atman terdiri dari:
- Achodya, artinya tidak bisa dilukai oleh senjata.
- Adahya, artinya tidak bisa terbakar oleh api.
- Akledya, artinya tidak bisa dikeringkan dengan angin.
- Acesyah, artinya tidak bisa terbasahkan oleh air.
- Netya, artinya langgeng atau selamanya ada.
- Sarqagatah, artinya ada di mana-mana.
- Sthanu, artinya tidak berpindah-pindah.
- Acala, artinya tidak bergerak.
- Sanatana, artinya tetap sama.
- Awayakta, artinya tidak terlahirkan
- Achintya, artinya tidak terpikirkan.
- Awikarya, artinya tidak berubah.
“jadi Atman sangat menentukan. Apabila Atman sudah tidak ada dalam tubuh makhluk hidup, maka makhluk itu sudah meninggal dunia,” jelasnya.
karena Atman menghidupi semua makhluk hidup di alam semesta ini.
Oleh karena itu, tandasnya, gunakan kesempatan ini untuk Atman.
Jika Atman kembali, agar membawa kebaikan yang merupakan modal untuk bekal dalam kehidupan mendatang.
Editor : Nyoman Suarna