BALI EXPRESS - Dalam keyakinan Hindu, tujuan akhir para pemeluknya adalah Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharmah, yaitu mencapai kebebasan (Moksartham) dan kebahagiaan manusia di dunia (Jagadhita).
Menurut penyuluh agama Hindu, Aris Widodo, moksa artinya bebas dari ikatan keduniawian.
"Bebas dari karmaphala atau hasil perbuatan selama hidupnya, bebas dari kesengsaraan atau kelahiran kembali," paparnya.
Aris Widodo juga mengatakan bahwa moksa bisa diraih tidak hanya setelah meninggal, tapi juga semasa masih hidup di dunia ini.
Namun harus menggunakan sarana, yaitu bebas dari ikatan keduniawian dan kemakmuran.
"Ini dinamakan Jiwan Mukti atau moksa semasa masih hidup. Seperti Prabu Janaka dan maha rsi lainnya yang sudah mempunyai pengorbanan tanpa pamrih, hanya khusus untuk kemulyaning jagat raya ini," bebernya.
Untuk meraih moksa, ada empat jalan yang disebut Catur Marga Yoga, yaitu:
- Jnana Marga Yoga, artinya manunggaling diri dengan Sang Hyang Widhi Wasa dengan cara mengajarkan ilmu pengetahuan suci (Jnana).
- Bhakti Marga Yoga, artinya melakukan kebajikan, kebaikan dan berbhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa dengan cara tulus ikhlas dan terus-menerus.
- Karma Marga Yoga, artinya melakukan perbuatan yang luhur dan berguna tanpa pamrih.
- Raja Marga Yoga, artinya melakukan brata, tapa, yoga, dan semadi.
"Inilah jalan yang bisa mencapai moksa yaitu menyatunya Atman dengan Brahman atau Sang Hyang Widhi Wasa," pungkas Aris Widodo.
Editor : Nyoman Suarna