Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Punarbhawa atau Kelahiran Berulang-ulang Menurut Hindu: Penyuluh Agama Aris Widodo Jelaskan Dalilnya

Putu Agus Adegrantika • Senin, 5 Februari 2024 | 17:44 WIB
PUNARBHAWA: Punarbhawa adalah kelahiran berulang-ulang atau disebut juga dengan samsara, sangat diyakini agama Hindu. Hal ini ada dalil hukumnya.
PUNARBHAWA: Punarbhawa adalah kelahiran berulang-ulang atau disebut juga dengan samsara, sangat diyakini agama Hindu. Hal ini ada dalil hukumnya.

BALI EXPRESS – Agama Hindu sangat meyakini Punarbhawa. Punarbhawa berasal dari dua kata yaitu punar (lagi), dan bhawa (menjelma atau lahir).

Jadi Punarbhawa adalah kelahiran yang berulang-ulang yang disebut juga dengan sebutan penitisan atau samsara.

Terkait hal itu, lebih jauh penyuluh agama Hindu, Aris Widodo, menerangkan, dalam kitab suci Weda disebutkan, menjelmanya Jiwatman berulang-ulang ke dunia, jagat raya atau alam semesta ini diakibatkan oleh suka dan duka.

 “Punarbhawa ini kejadian, atau adanya Jiwatman yang masih dipengaruhi oleh kenikmatan duniawi dan kematian, yang kemudian disusul oleh kelahiran,” paparnya.

Dalam kitab Bhagawad Gita, Krisna berkata, “E, Arjuna kamu dan saya sudah lahir berulang-ulang sebelum ini. Hanya saya yang mengetahui, kamu tidak tahu.”

“Kematian sudah semestinya akan didahului adanya kelahiran. Jadi anaku, kita semua sudah tahu bahwa semua perbuatan itu menyebabkan ada yang harus diingatkan (wasana), dan perbuatan (karma wasana) itu akan banyak warnanya.”

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ketika mati ada peninggalan hidup yang dialami oleh jiwatman. Hal itu masih ada hubungan dengan kemewahan hidup.

“Kalau jiwatman tidak meninggalkan hasil perbuatannya maka dia akan menyatu dengan Sang Hyang Widhi Wasa," katanya.

"Jiwatman sadar bahwa Atman pada hakikatnya sama dengan Sang Hyang Widhi Wasa dan akan mencapai kesempurnaan yang terakhir yaitu moksa,” tegas Aris Widodo.

Aris Widodo menambahkan bahwa kelahiran kembali akan selesai apabila manusia sadar dan mewujudkan sifat Atman yang sejati, yaitu suci langgeng dan sempurna tanpa ada sedikit noda.

Pada tataran ini manusia sudah bebas dari keduniawian dan mendapatkan moksa, sehingga tidak akan lahir lagi ke dunia ini.

"Jika manusia bisa membebaskan diri dari ikatan keduniawian, maka jiwatman tidak akan mengalami punarbhawa atau kelahiran berulang-ulang (samsara)," pungkasnya. 

Editor : Nyoman Suarna
#penyuluh #punarbhawa #agama #hindu #kelahiran