BALI EXPRESS – Bagi umat Hindu di Bali khususnya, dewasa sangat berperan penting untuk melakukan pekerjaan.
Memilih hari baik atau dewasa ayu diyakini akan membuah hasil yang baik dan tanpa hambatan.
Tak terkecuali saat memancing, pemancing wajib memperhatikan ala ayuning dewasa untuk menghindari boncos (rugi) atau zonk dan tidak mendapat ikan tangkapan.
Menurut Dosen Wariga STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Made Gami Sandi Untara, ala ayuning dewasa atau hari baik dan buruk dalam kalender Bali dihitung berdasarkan wariga.
Wariga ditentukan berdasarkan lima hal, yakni berdasarkan perhitungan sasih, penanggal-pangelong, wuku, wewaran dan dauh.
Lebih jauh Gami Sandi menjelaskan, ada sejumlah padewasan yang tepat untuk dijadikan refrensi bagi para pemancing yang hendak mengadu keberuntungan. Baik memancing di sungai, danau maupun di Laut.
Dewasa tersebut mulai dari hari baik untuk membuat alat penangkap ikan, waktu memancing dan lainnya.
Ala ayuning dewasa ini juga mengacu dari perhitungan wuku, sasih hingga perhitungan dasa wara.
Sebut saja Kala Mina, yaitu hari baik untuk membuat tambak menangkap ikan, membuat alat penangkap ikan atau Pancing.
Kala Mina ini Jatuh setiap Redite Bala, Soma Merakih, Anggara Tolu; Dungulan, Budha kelawu, Wraspati Matal, Sukra Warigadean, Saniscara Sinta.
Sedangkan Kala Caplokan, yaitu juga hari baik untuk membuat alat menangkap ikan (pancing, umpan, dan lain-lain).
Kala Caplokan ini umumnya jatuh setiap Soma Merakih; Julungwangi, Budha Perangbakat, Sukra Kuningan, Saniscara Julungwangi, Pujut.
Dijelaskan Gami Sandi, Kala Cepitan juga tepat untuk berangkat mancing. Hari ini juga hari baik untuk membuat pancing, jebag/perangkap, dan alat-alat yang berfungsi untuk menjepit. Kala Cepitan jatuh setiap Soma Pahing Merakih.
Kala Gacokan, yaitu hari baik untuk membuat alat-alat serba runcing, seperti keris, tombak, taji, alat-alat berburu dan menangkap ikan.
“Hari ini jatuh setiap Anggara Wuku Tambir,” kata Gami Sandi.
Selanjutnya ada pula Kala Geger, yaitu hari baik untuk membuat kentongan, genta, kendang, gong, dan bunyi-bunyian lainnya yang menggegerkan, tetapi baik juga untuk membuat alat-alat menangkap ikan. Jatuh setiap Wraspati Pon Wariga.
Kala Jengkang, yaitu hari baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan. Jatuh setiap Redite Umanis Ukir.
Kala Macan, yaitu mengandung unsur/ sifat kebuasan. Hari baik untuk memaut keris, tombak, alat menangkap ikan dan membuat pagar, tembok petakut. Jatuh setiap Wraspati Tambir.
Kala Mina, yaitu hari baik untuk membuat tambak; menangkap ikan; membuat alat penangkap ikan. Jatuh setiap Redite Bala, Soma Merakih, anggara Tolu, Dungulan, Budha kelawu, Wraspati Matal, Sukra Warigadean, Saniscara Sinta.
Kala Rebutan, yaitu hari baik untuk membuat tempat berdagang, alat berdagang, alat menangkap ikan, membuat/memasang kungkungan. Jatuh setiap Soma Ugu.
Selanjutnya Kala Atat, yaitu hari baik untuk membuat tali pancing dan tali sejenisnya yang berfungsi untuk menarik sesuatu. Baik pula untuk membuat anyam-anyaman. Jatuh setiap Soma Pahing Merakih, Budha Pon Watugunung.
“Begitu banyaknya hari baik atau ala ayuning dewasa yang bisa digunakan untuk refrensi memancing atau membuat pancing,” kata Gami Sandi.
Editor : Nyoman Suarna