BALI EXPRESS - Ada tiga cerita yang berkembang di masyarakat terkait asal-usul nama Pura Dalem Betawi.
Banyak juga yang mengaitkan Pura Dalem Betawi berasal dari kata bata dan wi, yang artinya panugrahan bata saking ida bhatara.
Sebab, dari struktur pura kebanyakan menggunakan batu bata sebagai material utamanya.
Ada juga masyarakat yang menyebut Pura Dalem Betawi dengan nama Pura Dalem Tanah Cina.
Ada yang mengatakan bahwa nama Betawi karena berasal dari kata bet yang artinya hutan.
Ada pula mengartikan kata Betawi adalah bekas setra (kuburan). Sementara yang lainnya mengatakan bahwa kata Batawi diambil dari nama bahan utama palinggih yang terbuat dari bata.
“Namun akhirnya disepakati bahwa nama Pura Dalem Betawi diambil dari Berawi, yaitu sebutan ida bhatara sane nuenang setra (penguasa kuburan). Karena lahan Pura Dalem Betawi ini dulunya merupakan setra rare (kuburan anak-anak),” katanya.
Setelah Pura Dalem Betawi berdiri, diberikan hadiah taksu oleh Pura Dalem Brerong, sehingga diadakan pagelaran calonarang dan tari kecak.
Kemudian Pura Dalem Betawi menghadiahkan Ratu Ayu dan Ratu Mas kepada Pura Dalem Brerong.
Sejak saat itu disepakati bahwa Pura Dalem Brerong sebagai perlambang pemujaan Dewa Siwa dan Dewi Uma, sedangkan Pura Dalem Betawi sebagai tempat pemujaan Buddha Dewi Kwan Im.
Pura Dalem Betawi memiliki palinggih Gedong Siwa Durga menghadap ke barat, dengan dua patung penjaga menyerupai Rahwana dan Kumbakarna.
Terdapat pula palinggih padmasana dengan ukiran Naga Basuki, dan di bawahnya berisi patung purusa pradana.
Konsep ini sesuai dengan metra madya Siwa Padma Sada Siwa Sakrastem Parama Siwa Trisulam.
Di Depan palinggih Padmasana juga terdapat patung Bima.
Di puncak palinggih Gedong Buddha Dewi Kwan Im terdapat stupa, sedangkan di depannya terdapat patung anak kecil dan dua patung penjaga.
Dalam area pura juga terdapat Sambyangan Agung sebagai tempat menerima tamu secara niskala.
Di Sambyangan Agung inilah dibangun konco dengan naga yang melilit di tiang Sambyangan.
Sambyangan juga digunakan untuk menyimpan patung dan senjata suci duen pura.
“Secara keseluruhan palinggih di Pura Dalem Betawi menggunakan bata sebagai material utamanya, dan tetap mempertahankan arsitektur kuno yang khas dengan uang kepeng Cina,” sebutnya. ***
Editor : Nyoman Suarna