SINGARAJA, BALI EXPRESS- Tiga hari lagi, umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Galungan, dan selanjutnya Kuningan.
Galungan dan Kuningan merupakan hari penuh kebahagiaan dan berkah bagi umat Hindu di Bali.
Tak hanya di pelataran pura, saat Galungan tiba, setiap sudut desa dihiasi dengan penjor yang menjulang tinggi, mengumandangkan keagungan tradisi dan keimanan yang terjalin erat.
Sebuah cerita yang melekat pada setiap jalinan benang waktu, tahun ini menjadi babak baru dalam perjalanan spiritual umat Hindu.
Ketika bendera dharma berkibar di langit, hati dan jiwa pun berkobar dengan semangat kebaikan. Sebagai titik balik dari kegelapan, Galungan dan Kuningan menjadi saksi bagaimana kebenaran selalu mengalahkan kejahatan.
Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dengan hangat mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu.
Dalam ucapan yang penuh makna, ia mengajak untuk merayakan kemenangan dharma dengan meningkatkan srada bakti kepada Tuhan.
Tidak hanya itu, lebih dari sekadar ritual keagamaan, ia menekankan pentingnya mempererat tali persaudaraan melalui semangat manyama braya dan gotong royong.
Dalam kedamaian perayaan ini, di tengah lantunan doa dan nyanyian, masyarakat Buleleng mengukir kisah kebaikan yang tak terlupakan.
Mereka mengambil momentum ini sebagai panggilan untuk menjalankan ajaran dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Persaudaraan tidak hanya dirasakan di antara sesama umat Hindu, tetapi juga meluas kepada seluruh umat manusia.
Sebagai perayaan yang dirayakan setiap 210 hari, Galungan menjadi momen untuk merayakan kehidupan dan memperingati penciptaan alam semesta.
Dengan penuh syukur, umat Hindu melengkapi persembahan pada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara, memperkuat ikatan spiritual dengan alam.
“Semoga yadnya yang dilakukan sesuai dengan harapan dan berjalan dengan prinsip-prinsip kebenaran. Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, semoga seluruh makhluk berbahagia. Satyam Eva Jayate,” ujar Supriatna.
Seiring penjor yang berdansa di angin, jiwa Bali terangkat oleh semangat kemenangan dharma.
Dalam setiap langkah, dalam setiap doa, dan dalam setiap senyuman, mereka menunjukkan kekuatan dan keindahan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Galungan dan Kuningan bukan hanya perayaan, tetapi cahaya suci yang menerangi jalan menuju kedamaian dan kebahagiaan. (*)