BALI EXPRESS – Setiap individu pasti terlibat dalam tindakan yang dapat dianggap baik atau buruk.
Namun, semua ini terkait dengan konsep Tri Kaya Parisudha yang merupakan bagian integral dari praktik keagamaan umat Hindu.
Konsep Tri Kaya Parisudha ini merujuk pada tiga aspek perilaku yang dianggap suci.
Menurut Penyuluh Agama Hindu, Ni Luh Cesi, Tri Kaya Parisudha terdiri dari tiga elemen utama.
Pertama adalah Manacika. Dalam kehidupan manusia, pikiran memegang peran penting dalam menentukan etika dan perilaku.
Pikiran memiliki peran yang signifikan dalam mengarahkan tindakan manusia. Oleh karena itu, sering disebut sebagai Rajendria.
Manacika menekankan pentingnya memelihara pikiran yang positif," ungkapnya.
Selain itu, terdapat tiga prinsip untuk membersihkan pikiran atau Manacika.
Caranya, menghindari rasa iri terhadap kepemilikan orang lain. Kemudian menjauhi pemikiran negatif terhadap orang lain dan semua makhluk. Selanjutnya menghormati hukum Karmaphala.
Elemen kedua dari Tri Kaya Parisudha adalah Wacika, yang berkaitan dengan penggunaan kata-kata yang bijaksana.
"Kata-kata memiliki kekuatan yang besar. Mereka dapat membawa kebahagiaan atau bahkan menyebabkan penderitaan dan kerugian," tambahnya.
Ada empat prinsip untuk membersihkan perkataan atau Wacika, yaitu menghindari ucapan yang merugikan, kasar, fitnah, dan kebohongan.
Sementara itu, elemen ketiga dari Tri Kaya Parisudha disebut Kayika, yang mengacu pada tindakan yang baik. Karena tindakan fisik mencerminkan hasil dari proses berpikir dan ucapan.
"Tindakan seseorang bisa membuat orang lain merasa senang atau terluka. Hal ini sangat bergantung pada niat dan iktikad baik seseorang. Dengan pikiran yang jernih, seseorang mampu mengendalikan perilaku dan memberikan kebahagiaan kepada orang lain," tambah Cesi. ***
Editor : Nyoman Suarna