Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ternyata Ini Peran Penting Rohaniawan Hindu dalam Upacara Yadnya di Bali

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 2 Maret 2024 | 15:13 WIB

 

Penyuluh Agama Hindu Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba mengungkap peran penting rohaniawan Hindu.
Penyuluh Agama Hindu Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba mengungkap peran penting rohaniawan Hindu.

BALI EXPRESS – Rohaniawan dalam agama Hindu merupakan kedudukan yang penting.

Peranan rohaniawan Hindu sangatlah menonjol dalam penyelesaian suatu yadnya.

Terlebih yadnya dilakukan yang cukup besar akan terasa kurang sempurna jika tidak diantar oleh rohaniawan.

Penyuluh Agama Hindu Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba, menerangkan dalam kehidupan umat Hindu di Bali dikenal adanya tiga unsur utama yang berperan dalam pelaksanaan suatu yadnya.

Pertama adalah yajamana, kedua pancagra atau sang widya dan ketika sadhaka.

“Yajamana merupakan pelaksana atau pemilik yadnya itu,” ungkap Wiadnyana.

Kemudian pancagra atau sang widya adalah para tukang atau serati yang dibutuhkan dalam menyiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan dalam bentuk upakara serta kelengkapannya.

Sedangkan sadhaka adalah para rohaniawan yang bertugas mengantar yadnya tersebut dengan puja maupun mantra.

Rohaniawan yang dipandang sesuai untuk mengantar atau menyelesaikan suatu yadnya erat kaitannya dengan besar kecilnya yadnya tersebut.

Dalam tingkatan yadnya yang besar patut diselesaikan atau kapuput oleh sulinggih, yaitu rohaniawan yang tergolong dwijati.

Sedangkan dalam tingkatan yadnya yang kecil cukup melibatkan rohaniawan tingkatan ekajati, seperti pamangku. 

“Sesuai buku Indik Kepemangkuan yang diterbitkan oleh Pemprov Bali, rohaniawan yang tergolong dwijati atau yang disebut sulinggih dengan sebutan Pedanda, Empu, Dukuh, maupun Resi, dan sejenisnya,” paparnya.

Sedangkan rohaniawan yang tergolong ekajati atau walaka dengan sebutan pamangku, pinandita, balian, mangku dalang dan sejenisnya.

Sesuai nama-namanya tersebut, sangat berkaitan dengan tugas dan fungsinya.

Sebab peranannya dalam suatu yadnya, maupun dalam tugas-tugasnya sangat penting dan terhormat dalam pandangan agama Hindu.

Sehingga rohaniawan patut menjaga nama baik dan kesucian diri pribadinya.

Aturan-aturan yang menyangkut disiplin kehidupan bagi rohaniawan banyak diuraikan dalam sumber-sumber sastra agama Hindu.

Namun tidak jarang di beberapa tempat tertentu yang masih memiliki tradisi atau adat dari zaman Bali kuno masih banyak terdapat perbedaan seperti sebutan, kewajiban, wewenang maupun dalam tata cara pemilihan atau penetapannya. (*)  

 

FOTO BARENG IDOLA: Habib Husein Ja’far Al Hadad (peci putih tengah) dan Pj Bupati Kudus M. Hasan Chabibie (depan tiga dari kiri) foto bersama dengan hadirin usai talkshow bertema Recharge di Pendapa.
FOTO BARENG IDOLA: Habib Husein Ja’far Al Hadad (peci putih tengah) dan Pj Bupati Kudus M. Hasan Chabibie (depan tiga dari kiri) foto bersama dengan hadirin usai talkshow bertema Recharge di Pendapa.
Editor : I Made Mertawan
#bali #Rohaniawan #pamangku #hindu #pedanda