Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Makna dan Fungsi Bale Gading dalam Upacara Potong Gigi: Umat Hindu Bali Wajib Tahu

I Putu Mardika • Sabtu, 2 Maret 2024 | 17:02 WIB
BALE GADING: Bale Gading memiliki fungsi dan makna sangat penting dalam upacara potong gigi bagi umat Hindu Bali.
BALE GADING: Bale Gading memiliki fungsi dan makna sangat penting dalam upacara potong gigi bagi umat Hindu Bali.

BALI EXPRESS - Dalam tradisi upacara potong gigi, peran sarana upacara dan banten sangatlah penting karena memiliki hubungan langsung dengan pelaksanaan ritual tersebut. Salah satu elemen krusial dalam upacara potong gigi ini adalah Bale Gading.

Bale Gading memiliki makna dan fungsi vital sebagai simbol stana dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Semara Ratih.

Nyoman Ariyoga, seorang Dosen Pendidikan Agama Hindu dari STAHN Mpu Kuturan, menjelaskan bahwa upacara potong gigi memerlukan sarana (uparengga) dan banten tertentu.

Bale Gading menjadi salah satu sarana yang sangat penting dalam upacara ini, karena warnanya dan perannya yang khusus.

Bale Gading merupakan stana Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam wujud Sang Hyang Semara Ratih.

Melalui sarana ini diharapkan anugerah Beliau dalam memberikan cinta kasih yang murni kepada umat manusia, khususnya remaja yang akan memasuki fase kehidupan yang lebih matang.

Konstruksi Bale Gading terbuat dari bambu gading dan dihias dengan perlengkapan berwarna gading.

Sarana ini merupakan simbolis peralihan dari masa remaja menuju dewasa.

Atap Bale Gading dibuat menyerupai bentuk gedong (rumah) kecil, yang merupakan simbol linggih dari Ida Sang Hyang Semara Ratih.

Atap Bale Gading dihiasi dengan jalinan bunga kamboja, cempaka, dan gumitir.

Bagian kayu yang digunakan dilapisi dengan kertas berwarna kuning atau gading. Seluruh perlengkapan di Bale Gading, termasuk pakaian dan hiasan-hiasan, didominasi oleh warna gading untuk menguatkan simbolisme dewasa dan kehadiran Sang Hyang Semara Ratih.

Baca Juga: Gantungan Tas Milik Selvi Ananda Istri Gibran Jadi Sorotan, Harganya Tembus Puluhan Juta

Fungsi Bale Gading adalah sebagai tempat bagi orang yang akan memotong gigi untuk melakukan persembahyangan sebelum proses dimulai.

Selama upacara, Bale Gading ditempatkan di hulu, tempat upacara potong gigi, sebagai penghormatan terhadap Sang Hyang Semara Ratih.

Persembahan yang diletakkan di Bale Gading meliputi banten peras ajuman daksina suci, canang burat wangi, canang sari, pisang mas, nyah-nyah gula kelapa, dan geti-geti.

Selain itu, klungah atau bungkak kelapa gading juga diletakkan di dalamnya untuk tempat ludah dan kumur orang yang sedang menjalani upacara potong gigi.

Semua perlengkapan ini dipilih dengan teliti untuk mencerminkan kehadiran dan anugerah Sang Hyang Semara Ratih dalam upacara potong gigi.

Bale Gading menjadi pusat spiritual dan simbolis dalam prosesi ini, membawa harapan akan kekuatan cinta kasih dan kedewasaan saat memasuki tahap hidup yang baru.

Dengan demikian, Bale Gading bukan hanya menjadi tempat fisik untuk pelaksanaan upacara, tetapi juga membawa makna yang mendalam tentang kematangan dan kehadiran spiritual Sang Hyang Semara Ratih dalam kehidupan manusia.

Melalui simbolisme yang kaya dalam setiap elemennya, upacara potong gigi menjadi lebih dari sekadar ritual, tetapi juga perayaan akan peralihan dan pertumbuhan menuju kehidupan yang lebih suci dan lebih tinggi.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #upacara #fungsi #bale gading #potong gigi #hindu #makna