Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sarana dan Tata Cara Melukat di Pura Jati: Tirta Amertha Manik Jati, Rahasia Mistis di Balik Pohon Jati di Jembrana Bali 

I Gde Riantory Warmadewa • Sabtu, 16 Maret 2024 | 01:03 WIB
Bunga tunjung adalah salah satu sarana yang perlu disiapkan untuk melukat di Pura Jati, Jembrana Bali
Bunga tunjung adalah salah satu sarana yang perlu disiapkan untuk melukat di Pura Jati, Jembrana Bali

BALI EXPRESS - Pura Dang Khayangan Jati Jembrana, Bali, di Desa Pengambengan telah lama menjadi tempat pemujaan dan penghormatan bagi masyarakat Hindu setempat.

Namun, selain sebagai tempat beribadah, pohon jati yang tumbuh di pura ini juga menyimpan sebuah rahasia mistis yang menakjubkan.

Dikatakan bahwa air yang mengalir dari batang pohon jati tersebut, dikenal sebagai Tirta Amertha Manik Jati, tidak hanya memiliki kekuatan penyembuhan, tetapi juga digunakan sebagai sarana untuk melukat, ritual pembersihan spiritual yang penting dalam kepercayaan Hindu Bali.

Menurut Jro Mangku I Ketut Sadia, seorang pemuka agama di Pura Dang Khayangan Jati Jembrana, yang sempat diwawancarai Bali Express, 2017 silam, banyak pemedek (para pemeluk agama Hindu) yang datang ke pura ini untuk melakukan melukat.

"Baru-baru ini, ada pemedek yang selesai melakukan melukat di sini. Selain air suci, kami juga menyediakan bunga tunjung tiga warna, merah, kuning, dan biru," jelas Mangku Sadia.

Dia juga menambahkan bahwa bunga tunjung tersebut harus dibawa oleh pemedek.

Penglukatan dilakukan di luar pura, tepatnya di nista mandala sebelah timur, sesuai dengan petunjuk dari Ida Pedanda dari Griya Ketugtug, Jembrana, untuk menghindari energi negatif.

"Saat hari-hari istimewa seperti purnama, tilem, dan kajeng kliwon, pemedek diharapkan membawa bunga tunjung sendiri, karena kami tidak menyediakan sarana bunga tunjung di luar hari tersebut," tambah Mangku Sadia sambil tersenyum.

Tirta Amertha Manik Jati dan ritual melukat di Pura Dang Khayangan Jati Jembrana tidak hanya menarik perhatian para pemuja lokal, tetapi juga menjadi daya tarik spiritual bagi wisatawan yang ingin merasakan keajaiban alam dan kekayaan budaya Hindu Bali.

Dengan demikian, pohon jati di pura ini tidak hanya menjadi simbol kepercayaan, tetapi juga menjadi saksi bisu dari keajaiban alam yang luar biasa.

Tata Cara dan Sarana untuk Melukat di Pura Jati di Jembrana:

1.  Persiapan

-  Pemedek (para pemeluk agama Hindu) harus membersihkan diri secara fisik dan mental sebelum melakukan melukat.

-  Memastikan kehadiran pada hari yang ditentukan untuk melukat, atau pada hari-hari istimewa seperti Purnama, Tilem, dan Kajeng Kliwon.

2.  Pakaian

-  Mengenakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan adat Bali, misalnya kain sarung dan kemeja untuk pria, serta kebaya dan kain selendang untuk wanita.

3.  Sarana yang Diperlukan

-  Bunga Tunjung: Pemedek harus membawa bunga tunjung tiga warna (merah, kuning, dan biru) sebagai sarana utama untuk melukat.

-  Tempat untuk Melukat: Melukat dilakukan di luar pura, tepatnya di nista mandala sebelah timur, untuk menghindari energi negatif.

4.  Pelaksanaan

-  Memasuki area nista mandala dengan khidmat dan penuh rasa hormat.

-  Menyiramkan Tirta Amertha Manik Jati (air suci yang mengalir dari batang pohon jati) ke tubuh sebagai bagian dari proses melukat.

-  Membawa bunga tunjung dan mempersembahkannya sebagai tanda penghormatan dan niat untuk membersihkan diri secara spiritual.

5.  Kesadaran Spiritual:

-  Mengikuti tata cara melukat dengan kesadaran spiritual yang tinggi, memfokuskan pikiran pada tujuan pembersihan spiritual dan penyucian diri.

6.  Penutup

Setelah melukat, pemedek dapat melakukan sesaji atau persembahan lainnya sebagai ungkapan terima kasih kepada para dewa dan roh leluhur.

Dengan mengikuti tata cara yang tepat dan memanfaatkan sarana yang diperlukan, pemedek dapat merasakan manfaat spiritual dari melukat di Pura Jati, mengalirkan kekuatan suci dari Tirta Amertha Manik Jati untuk membersihkan dan menyucikan jiwa mereka. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#tata cara #Pura Jati #melukat #bali #hindu #Sarana #jembrana