BALI EXPRESS - Desa Adat Ababi di Karangasem, Bali memiliki tradisi unik bernama Nylampar yang dilakukan dalam rangkaian ritual Nyepi Luh dan Nyepi Muani. Salah satu tradisi Hindu Bali ini melambangkan upaya untuk meminimalisir sifat buruk manusia.
Apa itu Nylampar?
Nylampar adalah kegiatan menangkap ayam dengan cara melempari ayam yang ada di jalan dengan kayu atau benda lainnya.
Ritual ini dilakukan empat hari sebelum puncak karya di Pura Kedaton/Ulun Suwi dan Pura Dalem.
Baca Juga: Tradisi Mepajar di Desa Sumerta: Rahasia dan Keindahan Tarian Rangda dan Urutan Prosesinya
Simbolisme Ayam dalam Nylampar
"Ayam dalam tradisi Nylampar melambangkan sifat rajas (aktif) dan tamas (pasif) yang harus diminimalisasi dalam diri manusia," terang Bendesa Adat Ababi, I Gede Pasek Ariana.
Proses Nylampar
Krama desa atau pengempon aci berkeliling desa untuk mendapatkan ayam selamparan.
"Jika salah seorang dari krama/pengempon yang mendapatkan ayam, maka ayam tersebut dibawa ke Pura Puseh," jelas I Gede Pasek Ariana.
Ayam hasil selamparan disembelih dan darahnya ditampung di tempurung kelapa.
"Darah ayam ini kemudian dipersembahkan di Sanggah Kliwon yang terbuat dari klatkat berbentuk segi tiga," kata I Gede Pasek Ariana.
Baca Juga: Tradisi Mepajar di Pura Batur Sumerta: Tradisi Hindu Bali dalam Menjaga Keseimbangan Alam Semesta
Sanggah Kliwon ditancapkan di setiap pertigaan, perempatan, dan depan pura di Desa Ababi.
"Penempatan Sanggah Kliwon menandakan dimulainya upacara ngejaga, di mana masyarakat bersiap menyambutnya dengan persiapan materi dan diri," ungkap I Gede Pasek Ariana.
Tradisi Nylampar: Kearifan Lokal yang Unik dan Penuh Makna
Tradisi Nylampar merupakan kearifan lokal Desa Adat Ababi yang mencerminkan upaya untuk menumbuhkan sifat sattwam (ketenangan) dalam diri manusia.
Tradisi ini menjadi daya tarik wisata budaya yang unik dan menarik untuk disaksikan.
Baca Juga: Uniknya Upacara Perkawinan Hindu di Bali, Gunakan Rantasan, Tipat Bantal hingga Keris: Ini Tujuannya
Urutan Prosesi Tradisi Nylampar di Desa Adat Ababi Karangasem
1. Persiapan
- Empat hari sebelum puncak karya di Pura Kedaton/Ulun Suwi dan Pura Dalem, krama desa atau pengempon aci bersiap untuk Nylampar.
- Ayam-ayam digembalakan di jalan-jalan desa.
- Kayu atau benda lainnya disiapkan untuk melempar ayam.
2. Pelaksanaan Nylampar
- Krama desa atau pengempon aci berkeliling desa untuk mendapatkan ayam selamparan.
- Ayam yang didapatkan dibawa ke Pura Puseh.
- Kelian pangemong aci menerima ayam dan menyerahkannya kepada pemangku.
- Kentongan (kulkul) di Pura Puseh dibunyikan sebagai tanda berakhirnya Nylampar.
3. Pengolahan Ayam
- Ayam hasil selamparan disembelih.
- Darah ayam ditampung di tempurung kelapa (kau-kau).
4. Upacara Ngejaga
- Darah ayam dipersembahkan di Sanggah Kliwon yang terbuat dari klatkat berbentuk segi tiga.
- Sanggah Kliwon ditancapkan di setiap pertigaan, perempatan, dan depan pura di Desa Ababi.
- Penempatan Sanggah Kliwon menandakan dimulainya upacara ngejaga.
- Masyarakat bersiap menyambut upacara ngejaga dengan persiapan materi dan diri.
Editor : I Putu Suyatra