Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Unik Hindu Bali: Megoak-Goakan di Desa Panji Awali Tahun Baru Saka 1946

I Putu Mardika • Kamis, 21 Maret 2024 | 14:03 WIB

 

Megoak-Goakan di Desa Panji saat Ngembak Geni pada Selasa (12/3) siang (I Putu Mardika/Bali Express)
Megoak-Goakan di Desa Panji saat Ngembak Geni pada Selasa (12/3) siang (I Putu Mardika/Bali Express)

BALI EXPRESS - Desa Adat Panji di Buleleng, Bali, kembali memeriahkan Tahun Baru Saka 1946 dengan tradisi unik Megoak-Goakan.

Tradisi unik Hindu Bali ini, kata Mangku Made Ariawan, Kepala Desa Panji, merupakan simbol semangat pasukan Goak dalam menggempur Kerajaan Blambangan yang dipimpin oleh Ki Barak Panji Sakti.

Ratusan Pemuda Berpartisipasi

"Ratusan pemuda sudah berkumpul sejak pukul 15.00 siang di lapangan Ki Barak Panji," jelas Mangku Panji.

Mereka mengenakan pakaian adat madya dan bermain di lapangan yang telah diisi air.

Baca Juga: Tradisi Nylampar di Desa Adat Ababi Karangasem: Upaya Melenyapkan Sifat Buruk dengan Cara Unik Umat Hindu Bali

Permainan Penuh Semangat dan Makna

"Permainan ini dimainkan oleh 8-10 orang yang membentuk barisan memanjang," kata Mangku Panji. Pemain di depan harus menangkap "ekor" di belakang.

Tradisi ini bukan hanya seru, tapi juga mengandung makna tentang kerjasama, ketangkasan, dan strategi.

Empat Lokasi Permainan dan Sejarah Singkat

Megoak-Goakan diadakan di empat lokasi:

Tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak masa pemerintahan Ki Gust Ngurah Panji Sakti (1660-1697 M).

Baca Juga: Tradisi Mepajar di Desa Sumerta: Rahasia dan Keindahan Tarian Rangda dan Urutan Prosesinya

"Pasukan Teruna Goak, yang dipimpin oleh I Gusti Made Bahatan, terkenal dengan ketangguhan dan kesetiaannya," ungkap Mangku Panji.

Terinspirasi dari Burung Gagak

Permainan Megoak-Goakan terinspirasi dari burung gagak (goak) yang dengan taktik jitu mampu menangkap mangsanya.

"Raja Ki Barak Panji Sakti melihat kehebatan ini sebagai strategi yang dapat digunakan dalam pertempuran," kata Mangku Panji.

Simbol Semangat Juang dan Spirit Membangun Desa

Tradisi ini menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBT) Nasional sejak 2020.

Baca Juga: Misteri dan Pesona Ilmu Pengasihan atau Pelet Bali: Ada 6 Lontar 

"Spirit Megoak-Goakan, yaitu semangat kepahlawanan, kesetiakawanan, dan gotong royong, menjadi landasan dalam membangun Desa Panji," jelas Mangku Panji.

Persembahyangan dan Puncak Acara

"Sebelum permainan dimulai, para pemain Megoak-Goakan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Pajenengan untuk memohon keselamatan dan kelancaran," kata Mangku Panji.

Permainan berlangsung hingga sore hari, menjadi puncak kemeriahan Ngembak Geni di Desa Panji.

Tradisi Megoak-Goakan: Kearifan Lokal yang Unik dan Penuh Makna

"Tradisi Megoak-Goakan merupakan kearifan lokal Desa Panji yang mencerminkan nilai-nilai luhur seperti kerjasama, ketangkasan, strategi, semangat juang, dan gotong royong," kata Mangku Panji.

Baca Juga: Misteri dan Pesona Ilmu Pengasihan atau Pelet Bali: Ada 6 Lontar 

Tradisi ini menjadi daya tarik wisata budaya yang unik dan menarik untuk disaksikan.

Urutan Prosesi Tradisi Megoak-Goakan di Desa Adat Panji

1. Persiapan

2. Persembahyangan

3. Permainan Megoak-Goakan

Baca Juga: Perkawinan Unik Hindu Bali: Mengungkap Sarana Bebantenan di Upacara Perkawinan Endogami Desa Tenganan Pegringsingan

4. Puncak Acara

Tambahan:

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #unik #megoak-goakan #hindu #tradisi #buleleng