BANGLI, BALI EXPRESS- Ari-ari digantung di pohon tidak hanya terdapat di Desa Adat Bayunggede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Tradisi gantung ari-ari juga bisa ditemukan di Desa Adat Terunyan, Kecamatan Kintamani.
Dalam ritual tersebut, ari-ari bayi perempuan digantung pada pohon jarak, sedangkan ari-ari bayi laki-laki di pohon jangging.
Wakil Bendesa Adat Trunyan, Jero Mangku Permana menjelaskan, Desa Terunyan terbagi atas lima banjar yakni Banjar Madia, Banjar Bunut, Banjar Pungkus, Banjar Puseh dan Banjar Terunyan.
Dari kelima banjar yang ada di desa itu, hanya Banjar Terunyan memiliki prosesi yang unik dalam memperlakukan ari-ari si bayi.
Ari-ari itu tidak ditanam sebagaimana tradisi umat Hindu di Bali pada umumnya, melainkan digantung pada pohon yang memang sudah ditentukan.
“Hal ini dikarenakan Banjar Terunyan adalah banjar tertua dan paling dekat dengan Pura Pancerin Jagat yang berarti pura yang memiliki kesucian yang muncul dari dalam pertiwi atau tanah,” kata Mangku Permana
Atas kondisi ini pun masyarakat Banjar Terunyan diilarang untuk mengubur apapun karena leluhur mereka memiliki suatu kepercayaan bahwa apapun dari unsur manusia tidak boleh dikubur agar tidak menyamakan kedudukan para dewata.
Ia menambahkan, ada sejumlah tata cara masyarakat dalam menjalankan tradisi gantung ari-ari.
Pertama, ari-ari bayi terlebih dahulu dibersihkan dengan air sampai benar-benar bersih.
Satu butir kelapa dibelah menjadi dua, lalu ari-ari yang sudah bersih tersebut di masukkan ke dalamnya dan dibekali dengan tampinan (lekesan) yang bermakna sebagai simbol pelindung ari-ari.
Kemudian kelapa diikat dengan tali daun lontar dan dibentuk seperti tampak dara sebagai simbol keseimbangan.
Selanjutnya kelapa dibungkus kembali dengan kain putih dan kantong plastik.
Setelah semua siap ari-ari tersebut dibawa ke suatu tempat khusus yang letaknya di sebelah selatan Pura Pusering Jagat yang merupakan tempat khusus untuk menempatkan ari-ari pada pohon yang sudah ditentukan sesuai dengan jenis kelamin sang bayi.
Pohon jarak digunakan untuk menggantungkan ari-ari bagi bayi perempuan dan pohon jangging dipergunakan untuk menggantungkan ari-ari bayi laki-laki.
“Pohon sebagai tempat menggantungkan ari-ari pun dibagi menjadi dua titik. Yakni Pohon Jarak untuk ari-ari bayi perempuan dan pohon jangging untuk ari-ari bayi laki-laki,” singkatnya. (*)
Editor : I Made Mertawan