Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dibuat Kebo Iwa, Begini Mitologi Terbentuknya Danau Batur Berikut 11 Patirtan

I Putu Mardika • Sabtu, 23 Maret 2024 | 17:44 WIB
MITOLOGI: Terbentuknya Danau Batur yang memiliki 11 patirtan erat kaitannya dengan mitologi Kebo Iwa yang terlahir bertubuh besar.
MITOLOGI: Terbentuknya Danau Batur yang memiliki 11 patirtan erat kaitannya dengan mitologi Kebo Iwa yang terlahir bertubuh besar.

BALI EXPRESS - Ada berbagai mitologi rakyat Bali tentang asal-usul terbentuknya Danau Batur yang kini memiliki 11 patirtan. Selain kisah Dewi Danu yang familiar, juga ada cerita yang erat hubungannya dengan Kebo Iwa.

Alkisah di Desa Blahbatuh ada sepasang suami-istri bernama Ida Arya Karang Buncing yang kaya raya, namun tidak berbahagia, mengingat pasangan suami istri ini tidak memiliki anak.

Mereka tidak henti-hentinya berdoa kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, khususnya di Pura Badugul Galuh.

Akhirnya doa mereka terkabul. Lahirlah seorang bayi laki-laki yang diberi nama Kebo Waruga.

Keistimewaan si bayi Kebo Waruga ini adalah memiliki nafsu makan yang sangat besar hingga membuat badannya tumbuh cepat dibanding manusia pada umumnya.

Karena itu Kebo Waruga tumbuh menjadi manusia bertubuh tinggi besar seperti seorang raksasa, namun baik hati. Karena itu dia dijuluki sebagai Kebo Iwa yang berarti paman kerbau.

Masalahnya, Kebo Iwa ini mudah sekali marah jika tidak mendapat makanan yang cukup.

Apabila marah, dia akan merusak apa saja yang ada, temasuk rumah-rumah penduduk. Hal ini menyebabkan penduduk merasa sangat prihatin.

Meski demikian, dia selalu bersedia menolong penduduk untuk membuat sumur, membendung sungai, mengangkut batu-batu besar, memindahkan rumah, dan segala pekerjaan yang membutuhkan tenaga yang besar lainnya.

Namun dia selalu minta imbalan makanan dalam jumlah banyak.

Oleh karena itu penduduk membuat kesepakatan untuk meminta tolong Kebo Iwa membuatkan sebuah sumur yang besar guna mengairi sawah mereka.

Baca Juga: Ray Peni Rilis Lagu “Buleleng Sidatapa”, Begini Lirik dan Maknanya

Tentu saja dengan imbalan makanan dalam jumlah yang besar.

Kebo Iwa pun menyanggupi. Mulailah Kebo Iwa bekerja menggali tanah guna membuat sumur raksasa itu.

Pekerjaan Kebo Iwa berhasil. Sumur mulai memancarkan air secara berlimpah-limpah.

Satu ketika Kebo Iwa kelelahan. Untuk itu dia meminta makan. Permintaan itu dipenuhi oleh penduduk desa. Namun setelah kekenyangan, Kebo Iwa tertidur di dalam sumur galiannya.

Pada saat itulah penduduk desa beramai-ramai melemparkan batu kapur ke dalam sumur. Akibatnya, hidung Kebo Iwa tersumbat.

Meskipun memiliki tenaga yang besar, namun Kebo Iwa pada akhirnya tidak mampu melawan lemparan batu kapur yang sangat banyak. Akhirnya Kebo Iwa mati tenggelam di dalam sumur raksasa buatannya itu.

Akan tetapi air tetap memancar dari lubang galian Kebo iwa itu. Air yang semakin banyak itu berubah menjadi Danau Batur, dan timbunan tanah bekas galian Kebo Iwa berubah pula menjadi Gunung Batur.

Editor : Nyoman Suarna
#Patirtan #mitologi #Kebo Iwa #batur #danau